Pilkada Cilegon: Tiga Paslon Lolos Syarat Minimal

Bakal calon Walikota Cilegon dari jalur perseorangan Malim Hander Joni bersama pendukung saat mendatangi kantor KPU Kota Cilegon, Minggu (23/2).

CILEGON – Tiga pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon jalur perseorangan telah menyerahkan dokumen syarat minimal dukungan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon. Pasangan Lukman Harun dan Nasir menyerahkan dokumen sebanyak 29.200 dokumen, Ali Mujahidin dan Firman Mutaqin 58.398 dukungan, serta Malim Hander Joni dan Hawasi Sabrawi 25.001 dukungan.

Ketua KPU Kota Cilegon Irfan Alfi menuturkan, pihaknya telah memeriksa jumlah dokumen serta kesesuaian antara data yang tertuang dalam B.1-KWK dengan Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Hasilnya, ketiga pasangan bakal calon telah memenuhi syarat.

“Tinggal lanjut ke proses verifikasi administrasi dan faktual. Intinya tiga paslon dari perseorangan untuk sementara tahapan penerimaan syarat minimal dukungan dan sebaran statusnya dapat diterima,” ujar Irfan usai menerima berkas dari pasangan Joni dan Hawasi, Minggu (23/2).

Selanjutnya, kata Irfan, KPU Kota Cilegon akan melakukan verifikasi administrasi selama satu bulan, dari 27 Februari hingga 26 Maret. Pada tahapan itu, KPU akan memastikan kesesuaian data kependudukan seperti nomor induk kependudukan (NIK) dan nama, serta status pekerjaan pendukung. “Statusnya apakah TNI, polisi, atau PNS, kita verifikasi, pastikan, termasuk kegandaan baik internal maupun eksternal,” kata Irfan.

Setelah tahapan itu selesai, selanjutnya, KPU akan melakukan verifikasi faktual ke lapangan. Menurutnya, jika setelah hasil verifikasi jumlah dukungan kurang dari batas minimal sebanyak 24.699, KPU akan memberikan waktu kepada masing-masing pasangan bakal calon untuk mengganti dokumen tersebut. “Rapat pleno tentang hasil verifikasi syarat perseorangan akan dilakukan Mei, jadi selama itu ada waktu untuk memperbaiki dokumen,” ujarnya.

Irfan menjamin KPU bekerja secara profesional dalam tahapan verifikasi. Menurutnya, jarak waktu yang tersedia cukup bagi petugas untuk memastikan apakah pasangan lolos atau tidak.

Efektifkan APBD

Sementara itu, Joni dan Hawasi menjadi pasangan terakhir dari jalur perseorangan yang menyerahkan berkas dukungan ke kantor KPU Kota Cilegon, Minggu (23/2). Joni datang bersama tim pemenangan serta pendukung yang didominasi emak-emak. Sedangkan bakal calon wakilnya, Hawasi, tidak tampak hadir.

Dijelaskan Joni, selain dukungan dari masyarakat, motivasinya maju pada Pilkada Kota Cilegon untuk memberikan sumbangsih yang lebih demi kebaikan Kota Cilegon. Bila impiannya terwujud, General Affair PT Indorama Petrochemical Cilegon itu mengaku akan mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon. “Kita akan berusaha seoptimal mungkin untuk mengefektifkan uang kita, pembangunannya disetujui masyarakat, disenangi masyarakat, dinikmati masyarakat dan tidak menjadi fitnah,” ujar Joni.

Joni enggan mengomentari banyak terkait kebijakan yang dilakukan Pemkot Cilegon selama ini dalam penggunaan uang rakyat. Keputusan ia untuk maju pun secara tiba-tiba setelah derasnya dukungan masyarakat yang mengalir kepadanya selama tiga bulan terakhir. “Kita berdoa semoga Allah mengijabah,” ujarnya. (bam/ibm/ags)