Pilkada Diwarnai Banjir

0
2.175 views
Warga korban banjir mengungsi di Masjid Perumahan Bumi Nagara Lestari, Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Rabu (9/12).

Korban Ogah Nyoblos, Partisipasi Pemilih Jeblok

SERANG – Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Kabupaten Serang diwarnai bencana banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Serang. Kondisi itu cukup memengaruhi sikap masyarakat terhadap pesta demokrasi lima tahunan tersebut, yakni sebagian besar tidak mau memberikan hak suaranya atau mencoblos surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pantauan Radar Banten, kemarin (9/12) siang, banjir menggenangi permukiman warga di Perumahan Bumi Nagara Lestari, Desa Nagara, Kecamatan Kibin. Bahkan, sebagian warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi. Lokasi dua TPS di perumahan tersebut juga terpaksa dipindahkan ke tempat darurat.

Salah seorang korban banjir yang mengungsi, Rina mengaku, ia sudah dua hari tinggal di tempat pengungsian akibat rumahnya terendam banjir. “Perabotan di rumah terendam,” keluhnya.

Disinggung soal hak suaranya pada Pilkada, Rina terang-terangan mengaku tidak mencoblos. “Gimana mau nyoblos, kondisinya lagi susah begini, bukan enggak mau nyoblos, tapi enggak sempat,” tukasnya.

Sementara itu, dua TPS di Perumahan Bumi Nagara Lestari direlokasi ke tempat yang tak jauh dari pengungsian warga. Partisipasi pemilih di dua TPS itu diketahui di bawah 50 persen.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 10 Desa Nagara, Suyanto mengungkapkan, dari 428 daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 10, hingga pukul 13.00 WIB baru 70 orang yang mencoblos. Oleh karena itu, pihaknya terpaksa melakukan perpanjangan waktu pencoblosan selama satu jam. Menurutnya, jebloknya partisipasi pemilih karena musibah banjir yang terjadi di perumahannya. Pihaknya mengaku sudah melakukan wawar kepada masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya. “Masyarakat banyak yang ngungsi, jadi susah mau milihnya,” jelasnya.

Hal serupa terjadi di TPS 11 Desa Nagara. Ketua KPPS Nurmuda mengatakan, dari 426 jumlah DPT hingga pemilihan selesai hanya 50 warga yang menyalurkan hak pilihnya. “Kita terkendala banjir, ini juga kita TPS darurat,” katanya. (jek/zai)