Pilkada Jadi Ujian Edi sebagai Politisi

CILEGON – Perhelatan Pilkada Cilegon 2020 dinilai menjadi salah satu ujian Walikota Cilegon Edi Ariadi sebagai politikus. Sebagai Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Banten yang baru, Edi dituntut untuk mengusung kader terbaik hingga mengantarkannya sebagai kepala daerah terpilih.

Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten Syaeful Bahri menilai Pilkada Kota Cilegon menjadi ujian sekaligus tugas berat bagi Edi Ariadi. Kapasitas Edi sebagai politikus tulen diuji selama proses penyelenggaraan pilkada serentak mendatang khususnya di Kota Cilegon.

Kata Syaeful, meski Edi sudah dua periode menjabat sebagai kepala daerah, tetapi selama ini yang masih dominan terlihat dari sosok Edi adalah seorang birokrat dibandingkan seorang politisi. “Dengan mendapatkan mandat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Banten, Edi harus bisa menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang politisi. Salah satunya dengan menempatkan kader terbaik NasDem pada kontestasi pilkada nanti,” katanya, Rabu (27/11).

Menurut Syaeful, Edi, seharusnya tidak hanya sekadar mengusung kader terbaik sebagai salah satu calon kepala daerah. Lebih dari itu, Edi juga bisa menghantar kader itu duduk di kursi kepala daerah, khususnya di Kota Cilegon, daerah yang telah berkuasa selama sepuluh tahun.

Syaeful melanjutkan, pengabdiannya selama bertahun-tahun sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Cilegon, serta pengalamannya menjadi kepala daerah selama sepuluh tahun seharusnya bisa menjadi modal bagi Edi untuk bisa memberikan efek yang signifikan terhadap perpolitikan di Kota Cilegon.

“Saya rasa posisi Edi saat ini bisa berpengaruh terhadap kondisi perpolitikan, khususnya di Kota Cilegon. Kita tahu hanya Golkar yang bisa mengusung sendiri, sedangkan partai lain harus berkoalisi. Dengan Edi menjadi ketua NasDem provinsi, jalur kominikasi antar partai bisa lebih sederhana,” paparnya.

Sementara itu, ditemui usai menghadiri agenda CSR Citra Award Dinas Sosial Kota Cilegon di Hotel The Royale Krakatau, Edi Ariadi tidak akan mengistimewakan Pilkada Kota Cilegon. Walikota Cilegon itu menilai, seluruh daerah yang menyelenggarakan Pilkada 2020 mempunyai kedudukan yang sama.

Edi memandang perpolitikan di Kota Cilegon sama dengan daerah lain yang akan menyelenggarakan pilkada seperti di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). “Air mengalir saja,” jawab Edi.

Disinggung terkait kemungkinan dirinya kembali maju pada pilkada nanti, Edi mengaku belum ada arahan dari DPP NasDem. Dalam beberapa hari ke depan ia hanya mendapatkan amanah untuk melakukan konsolidasi dan restrukturisasi kepengurusan DPW NasDem Provinsi Banten. 

“Saya diberikan waktu selama 90 hari oleh DPP untuk menyusun struktur kepengurusan DPW NasDem. Jadi saya masih fokus menyelesaikan tugas tersebut itu dulu,” ujar Edi.

Diketahui, saat ini NasDem hanya memiliki tiga kursi di DPRD Kota Cilegon. Bila mengusung calon, NasDem harus berkoalisi dengan partai lain sehingga memenuhi syarat minimal dukungan, yakni sebanyak delapan kursi. (bam-ibm/ags)