Pilkada Kabupaten Serang: Dukungan Mantan Kades Terbelah

0
1.498 views
Suasana pertemuan mantan kades yang tergabung Prothas mendeklarasikan dukungan pilkada di Restoran Danau Mas, Kramatwatu, Senin (13/7).

SERANG – Tensi politik perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Kabupaten Serang mulai memanas. Hal itu dilihat dari dukungan para mantan kepala desa (kades) di Kabupaten Serang terhadap bakal calon pilkada yang terbelah.

Jika sebelumnya para mantan kades yang tergabung Forum Purna Bhakti Kepala Desa (FPBKD) mendukung pasangan Nasrul Ulum-Eki Baehaki. Kali ini, ratusan warga yang juga mengaku mantan kades dari kubu berbeda mendukung pasangan petahana Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa, mengatasnamakan kelompok Pro Tatu Chasanah (Prothas).

Sebelumnya, para mantan kades yang tergabung FPBKD Kabupaten Serang mendeklarasikan dukungannya terhadap bakal calon bupati dan wakil bupati Nasrul Ulum-Eki Baihaki dan mengklaim sudah beranggotakan 200 orang. Kemarin (13/7), sejumlah mantan kades yang tergabung kelompok Prothas mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan petahana Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa di Rumah Makan Danau Mas, Serdang, Kecamatan Kramatwatu. Prothas juga mengklaim sudah mempunyai 570 anggota.

Ketua Prothas, Zaenal Abidin Machmud mengaku, pihaknya sudah merekrut mantan kades di 29 kecamatan untuk bergabung pada kelompok Prothas. “Saya sudah keliling ke kecamatan-kecamatan dan mereka sepakat mendukung Ibu Tatu di Pilkada,” ungkap Zaenal kepada wartawan usai deklarasi.

Dijelaskan Zaenal, dukungan terhadap pasangan petahana diberikan karena berbagai pertimbangan. Di antaranya melihat sosok Tatu yang mempunyai kapabilitas, popularitas, hingga integeritas. “Kita sudah sama-sama tahu, Bu Tatu sangat berintegeritas dalam melakukan pembangunan di Kabupaten Serang. Salah satunya membangun infrastruktur jalan,” terang Mantan Kades Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran itu.

Selain itu, Zaenal juga menilai, tidak apik jika dukungan disampaikan melalui organisasi resmi mantan kades. Menurutnya, FPBKD sebagai wadah seluruh mantan kades tidak bisa dijadikan motor untuk mendukung salah satu bakal calon. “Kalau mau mendukung pakai kelompok lain. Tapi, di dalamnya memang mantan kades seperti kita ini. Kita bentuk Prothas,” katanya.

Meskipun mantan kades tidak lagi mempunyai jabatan di desanya masing-masing, menurut Zaenal, mereka masih menjadi tokoh masyarakat di desanya. “Artinya, masih mempunyai peran penting di masyarakat,” tandasnya.

Senada disampaikan mantan Kepala Desa Serdang, Kecamatan Kramatwatu, Mastari. Ia menegaskan, siap mendukung pasangan petahana Tatu-Pandji pada Pilkada 2020 Kabupaten Serang. Ia meyakini, para mantan kades mampu merekrut 50 persen suara di desanya masing-masing. “Kami masih bersinergi dengan tokoh masyarakat di desa masing-masing,” tegasnya. (jek/zai)