Pilkada Kabupaten Serang: PAN Pede Usung Koalisi Perubahan

0
964 views

SERANG – Partai Amanat Nasional (PAN) memastikan tidak akan bergabung dengan koalisi petahana, pasangan Ratu Tatu Chasanah dan Pandji Tirtayasa. Partai berlambang matahari terbit ini, masih percaya diri (pede) dapat mengusung koalisi perubahan meski tanpa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sudah berubah haluan mendukung Tatu-Pandji pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Serang.

Ketua DPW PAN Provinsi Banten, Masrori mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi politik dengan partai lainnya yang belum menyatakan sikap pada Pilkada. Seperti Partai Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), serta Partai Demokrat yang mengusung bakal calon Eki Baehaki. “Empat partai ini yang kita bangun komunikasinya. Kalau PAN tetap mengusung koalisi perubahan,” ungkap Masrori kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Rabu (3/6).

Meski Partai Berkarya dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah ada arah akan mendukung petahana, Masrori menilai, kedua partai belum menyatakan dukungan yang sah terhadap pasangan Tatu-Pandji. “Berkarya kan arahnya ke sana (petahana-red), coba saja ditanya,” singgungnya.

Masrori mengakui, pihaknya akhir-akhir ini gencar berkomunikasi dengan Gerindra, PPP, dan Demokrat yang diklaimnya sudah sepakat mengusung koalisi perubahan. “Kalau PPP kan baru dari DPC rekomendasinya (untuk petahana-red). Pokoknya yang belum keluarkan rekomendasi, kita ajak komunikasi,” kelit mantan anggota DPRD Kabupaten Serang tersebut.

Disinggung apakah akan berpasangan dengan Eki Baehaki, mantan kepala Desa Balekambang, Kecamatan Mancak itu enggan berspekulasi. Menurutnya, ia dan Eki bisa saja diusung partai. “Tergantung nanti partai koalisi yang menentukan. Yang pasti, sampai saat ini dari PAN, saya yang diusung,” klaimnya.

Sekadar diketahui, untuk mengusung calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada dibutuhkan minimal 10 kursi di DPRD. Sementara, andaikan PAN berkoalisi dengan Demokrat juga belum memenuhi persyaratan, yakni baru sembilan kursi di DPRD. Artinya, koalisi ini masih butuh dukungan parpol lainnya untuk memenuhi syarat sepuluh kursi mengusung calon pada Pilkada. Sementara Bakal Calon Bupati Petahana Tatu-Pandji sudah mendapat dukungan empat parpol dengan jumlah total 20 kursi. Yakni, Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Bulan Bintang (PBB), dan PKS.

Tatu mengaku optimistis, bisa mendapat rekomendasi dari partai lainnya yang belum bergabung. Ia menyebutkan, beberapa parpol melalui pengurus daerahnya sudah menyatakan mendukungnya pada Pilkada. Terutama Partai Berkarya dan PPP. Partai Berkarya sendiri diketahui sudah melakukan pertemuan dengan Tatu beberapa pekan lalu. Sementara PPP sudah memberikan rekomendasi kepada Tatu meskipun masih dari pengurus tingkat kabupaten. “PPP harusnya tinggal ambil (rekomendasi dari pusat-red), dari tingkat DPW kan sudah, tinggal melanjutkan ke pusat,” terangnya.

Tatu juga mengaku, pihaknya sudah mendapat dukungan dari Partai Berkarya di tingkat pengurus tingkat daerah, baik tingkat kabupaten maupun provinsi. “Berkarya insya Allah (dukung-red). Tanya Pak Dedi (menyebut Ketua DPD Berkarya Kabupaten Serang Dedi Haryadi-red) kapan bawa ibu ke DPP. Dengan Ketua DPD dan DPW sudah (mendapat dukungan-red),” ujarnya.

Menurut Tatu, proses konsolidasi ke tingkat DPP yang belum bergabung terganjal situasi pandemi Covid-19. Soalnya, lanjut Tatu, ada beberapa kantor DPP yang tidak buka selama masa pandemi Covid-19. “Jadi, mau ke sana (DPP-red) juga susah, soalnya mereka tidak buka, insya Allah secepatnya,” harapnya.

Terkait itu, Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Serang, Dedi Haryadi membenarkan pihaknya sudah mendukung Tatu pada Pilkada Kabupaten Serang. “Insya Allah, sedang proses ke DPP,” ungkapnya. (jek/zai)