Pilkada Kabupaten Serang: Tatu-Papat Berebut PDIP

Net. Ilustrasi
Net. Ilustrasi

SERANG – Dua petinggi partai di Banten mengambil formulir penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Serang di PDIP Kabupaten Serang, Rabu (11/9). Keduanya berebut tiket dukungan dari partai berlambang Banteng moncong putih itu.

Mereka adalah Ketua DPD Partai Golkar Banten Ratu Tatu Chasanah dan Ketua DPC PKB Kota Serang Wahyu Papat JR. Tatu mengambil formulir pendaftaran diwakili oleh timnya bernama Zaenal Abidin, sementara Wahyu Papat diwakili oleh kader PKB Kabupaten Serang Nurfan.

Tatu saat dikonfirmasi membenarkan mengambil formulir penjaringan bakal calon dari PDIP. Tatu berharap, mendapat dukungan dari PDIP untuk kembali maju di Pilkada Kabupaten Serang. “Walaupun Partai Golkar hanya butuh satu kursi, ketika partai lain membuka penjaringan, saya akan daftar. Saya tugaskan staf untuk mengambil formulir sebagai calon bupati, nanti pas pengembalian saya yang akan hadir,” tegasnya seusai membuka Pekan Olahraga dan Seni Antarpondok Pesantren (Pospekab) ke-3 tingkat Kabupaten Serang di lapangan Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Rabu (11/9).

Tatu mengatakan, sudah melakukan komunikasi dengan semua partai baik tingkat kabupaten maupun provinsi. Namun, Tatu belum memastikan bakal calon wakil yang akan mendampinginya. “Nanti setelah berapa partai pengusung final, baru kita rapat kesepakatannya bagaimana terkait wakil itu,” tandasnya.

Terpisah, Wahyu Papat saat dihubungi Radar Banten juga membenarkan mengambil formulir penjaringan di PDIP. “Iya, tadi sekretaris DPC PKB Kabupaten Serang yang ngambilin formulir untuk saya,” akunya.

Politikus muda PKB itu menegaskan, siap maju di Pilkada 2020 Kabupaten Serang karena banyak mendapat dukungan kerabat, keluarga, dan masyarakat. “Banyak permintaan dari tim untuk maju. Jadi, saya kira ini aspirasi yang perlu direspons baik. Toh, ini panggilan pengabdian,” ujarnya

Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional Cabang Kabupaten Serang David Solehudin mengatakan, selain Tatu dan Wahyu, Ketua ICMI Banten Prof Dr Lili Romli juga akan mengambil formulir di PDIP.

“Penjaringan sampai 18 September, setelah itu verifikasi berkas 19 September, lalu 21 September berkoordinasi dengan DPD, baru melaporkan ke DPP tanggal 23 September,” ungkapnya.

David menegaskan, semua bakal calon yang mendaftar di PDIP wajib mengikuti sekolah partai PDIP. Untuk penilaian, pihaknya melihat respons publik terhadap figur, termasuk konsistensi mengawal kebijakan pemerintah pusat. “Dalam hal ini mendukung kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf Amin ke depan,” pungkasnya. (zai-mg06-ken/alt/ira)