Pilkada Kabupaten Serang: Tatu Tunggu Rekomendasi DPP PPP

Plt Ketua DPW PPP Subadri Usuludin memberikan keterangan kepada wartawan usai menggelar rapat internal bersama DPC PPP di kantor DPW PPP Banten, Kota Serang, Kamis (11/6).

SERANG – Rekomendasi yang diberikan oleh DPC PPP Kabupaten Serang kepada bakal calon Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah tiga bulan lalu, tepatnya 2 Maret 2020, hingga kini belum direstui pengurus pusat. Dukungan tersebut merupakan hasil musyawarah kerja cabang (Mukercab) PPP Kabupaten Serang.

Rekomendasi tersebut kemudian telah dikirimkan ke DPP melalui pengurus DPW PPP Provinsi Banten.

Menanggapi hal tesebut, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten, Fitron Nur Ikhsan mengaku, Ratu Tatu Chasanah sebagai bakal calon Bupati Serang dalam perjalanannya telah menjalin komunikasi intens dengan semua jenjang kepemimpinan di PPP. “Alhamdulillah dalam perjalanannya Bu Tatu sudah menjalin komunikasi intens dengan semua jenjang kepemimpinan PPP. Sudah ada kesepakatan awal, visi-misi sudah nyambung semua. Alhamdulillah secara teknis sih tinggal nunggu rekomendasi tertulisnya,” ujarnya kepada Radar Banten, Kamis (11/6).

Terkait potensi perubahan dukungan PPP, Fitron menegaskan, pihaknya percaya dengan integritas pengurus PPP dan tidak akan ingkar dengan komitmen yang telah dibangun. “Bu Tatu juga sudah komunikasi intensif dengan Pak Mardiono (Wakil Ketua Umum PPP nonaktif-red). Sudah kok sudah final. Tinggal nunggu legalnya saja,” katanya.

Menurutnya, dalam rentang perjalanan komunikasi politik dengan PPP modal Ketua DPD Partai Golkar Banten itu saling percaya. “Semua tahu kan integritas Pak Mardiono, enggak mungkinlah akan mengubah komitmen yang sudah dibangun. Kami percaya Insya Allah dalam waktu dekat rekomendasi akan turun,” terangnya.

Wakil Ketua Umum DPP PPP Nonaktif, Mardiono yang dihubungi via ponselnya menyatakan, secara nasional DPP memang tengah memproses rekomendasi dukungan pilkada untuk daerah. Sebab, mengacu Undang-Undang Pilkada, dukungan berupa rekomendasi harus dikeluarkan dewan pimpinan pusat. Termasuk, kata dia, dukungan untuk pilkada Kabupaten Serang. “Iya, belum ada yang diputuskan. Kita sedang berproses. Dari empat daerah yang melaksanakan pilkada di Banten, belum ada yang kita keluarkan (rekomendasi dukungan-red). Tapi tentunya, itu harus beproses dari daerah kabupaten/kota, provinsi baru ke pusat,” jelasnya yang dihubungi tadi malam sekira pukul 22.00 WIB.

Disinggung kecenderungan dukungan di Pilkada Kabupaten Serang apakah untuk Ratu Tatu, Mardiono enggan berspekulasi. “Hehehe, namanya juga politik engga seperti matematika. Politik pastinya dinamis. Yang pasti yang memimpin Serang (Kabupaten Serang-red) ke depan jadi lebih baik lagi. Soal dukungan, prinsipnya sedang dalam proses nasional. Apalagi ada covid ini, juga karena pemilukadanya ditunda kan sampai Desember. Artinya proses itu (rekomendasi dukungan-red) agak tertunda secara nasional,” papar Mardiono yang saat ini menjabat Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Terpisah, DPW PPP Provinsi Banten justru menginstruksikan DPC PPP Kabupaten Serang tetap membuka komunikasi dengan partai politik dan bakal calon bupati dan wakil bupati. Alasannya, hingga kini PPP Banten belum memberikan usulan rekomendasi bakal calon ke DPP.

Diketahui, DPC PPP Kabupaten Serang telah mengusulkan tiga nama bakal calon Bupati untuk diusulkan ke DPW PPP Banten. Ketiganya yaitu Ratu Tatu Chasanah, Muflikhah, dan Heri Azhari. Namun, hingga kini DPW PPP Banten belum mengusulkan ketiga rekomendasi DPC Kabupaten Serang ke DPP.

Plt Ketua DPW PPP Banten, Subadri Ushuludin saat dikonfirmasi mengatakan, dalam waktu dekat akan mengusulkan nama bakal pasangan calon bupati dan wakil Bupati Serang ke DPP. Tapi, DPW tak mempersoalkan jika PPP membuka komunikasi dengan bakal calon lainnya.

“Kami membuka seluas-luasnya komunikasi politik yang dilakukan ketua DPC masing-masing termasuk Kabupaten Serang. Dari awal tiga nama (Tatu, Muflikhah, dan Heri-red), kalaupun mau ada calon alternatif tidak ada larangan,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPW PPP Banten, Kamis (11/6).

Subadri mengaku, hingga kini DPW PPP Banten hanya memerintahkan ke DPC untuk tetap menjalin komunikasi sebelum ada keputusan yang final diputuskan DPW melalui Desk Pilkada untuk dikirimkan ke DPP. “Saya tawarkan takut ada alternatif lain, nanti kita putuskan. Namanya politik, kan dinamis,” terangnya.

“Intinya, DPW sebelum memutuskan ke salah satu calon baik petahana maupun calon internal ke DPP. Kita membuka lebar ke DPC agar membuka komunikasi politik,” tambah Subadri.

Subadri mengaku, ada beberapa indikator PPP Banten di bawah kepemimpinannya mengusulkan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di pilkada. Di antaranya, bangunan komunikasi, pasangan, dan komitmen. “Kami belum putuskan. Bukan gamang. Ya, dalam waktu dekat ini,” terangnya.

Disinggung soal komunikasi bakal calon di Pilkada Kabupaten Serang, Subadri mengaku mengenal baik dengan beberapa bakal calon yang ramai di masyarakat, seperti Ratu Tatu Chasanah, Eki Baehaki, Masduki dan Nasrul Ulum. “Saya akui, komunikasi dengan para bakal calon baik-baik saja. Bu Tatu saya anggap sebagai orangtua. Pak Eki kan ada Pak ATN (orang tua Eki-red), bagitu juga Pak Duki (Masduki) dan Pak Nasrul. Intinya begini, sikap PPP akan ditentukan setelah tanda tangan SK dari Ketua dan Sekjen DPP. DPW hanya mengimbangi saja,” pungkasnya.  (jek-fdr/air)