Pilkada Kota Cilegon: Dukungan Massa Menguat

Warga yang tergabung dalam Komunitas Peduli Tenaga Kerja (Komputer) foto bersama pasangan Iye-Awab setelah melakukan deklarasi dukungan di Jungle Park, Purwakarta, Senin (24/8).

Relawan Makin Kencang Turun ke Bawah

CILEGON – Dukungan terhadap pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota makin massif. Berbagai komponen masyarakat sudah mulai memberikan dukungan secara terbuka kepada kandidat yang mereka nilai dapat membawa perubahan.

Pada Minggu (23/8) malam, Relawan Ratu Ati Marliati (RAM) mengadakan silaturahim dengan masyarakat di Lingkungan Tegal Cabe Gajah Mungkur, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil. Mereka mengonsolidasikan dukungan kepada Ratu Ati-Sokhidin.

Relawan Ratu Ati Marliati (RAM) bersama dengan pendukungnya di Lingkungan Tegal Cabe Gajah Mungkur, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Minggu (23/8).

Ketua RAM Isro Mi’raj menjelaskan, upaya konsolidasi dilakukan oleh relawan agar dukungan kepada Ati-Sokhidin semakin kuat.  “Ini untuk membangkitkan semangat pendukung dan relawan,” ujar Isro kepada Radar Bante, Senin (24/8).

Menurutnya, semangat pendukung dan relawan harus dijaga hingga pemungutan suara pada 9 Desember 2020 sehingga suara masyarakat konsisten di barisan Ati-Sokhidin. “Semangat mereka tetap terjalin, tetap terjaga, sehingga terkonsolidasi dengan baik kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya,” katanya.

Isro juga mengatakan, pembangunan yang telah sukses dilaksanakan pemimpin Kota Cilegon terdahulu harus dilanjutkan sebab sukses itu tak boleh berhenti.

Sementara  Ketua Koordinator RAM Kecamatan  Citangkil Ayatullah Khumaeni mengatakan, konsolidasi dilaksanakan dengan mengunjungi relawan RAM di setiap lingkungan di Kecamatan Citangkil. “Untuk merapatkan barisan agar pendukung dan relawan RAM kompak agar mengantarkan pasangan Ibu Ati dan Pak Sokhidin menang di Pilkada Cilegon,” ujarnya.

Di tempat yang sama, tokoh masyarakat Citangkil, Zainal Arifin mengungkapkan silaturahim itu untuk mendekatkan tim RAM dengan masyarakat. “Selain untuk lebih dekat dengan masyarakat, juga untuk menyerap aspirasi masyarakat untuk membangun Cilegon ke depan,” tuturnya.

Sebelumnya, dukungan kepada Ati-Sokhidin muncul dari sejumlah kecamatan, salah satunya dari Kecamatan Pulomerak. Sejumlah tokoh masyarakat dari Kelurahan Suralaya, Lebak Gede, Tamansari, Mekarsari, mendukung pasangan yang diusung oleh Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai NasDem, dan PKB ini.

DUKUNGAN IYE-AWAB

Sementara itu, ratusan masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Peduli Tenaga Kerja (Komputer) menyatakan dukungan kepada pasangan  Iye Iman Rohiman-Awab.  Dukungan disampaikan secara terbuka di Jungle Park, Kecamatan Purwakarta, Senin (24/8). Ketua tim pemenangan Iye-Awab, Sahruji, tampak hadir di tengah massa.

Sebelum deklarasi, komunitas yang terdiri dari buruh itu menyampaikan sejumlah hal kepada Iye-Awab. Yakni  meminta pasangan ini untuk dapat menyejahterakan tenaga kerja jika terpilih sebagai kepala daerah.

Ketua Umum Komputer Maman Hilman menjelaskan, dukungan kepada Iye-Awab karena mereka meyakini pasangan ini punya solusi yang bisa menjawab persoalan yang kerap dihadapi oleh buruh di Cilegon.  “Kami yakin jika Iye dan Awab bakal tanggap terhadap persoalan tenaga kerja,” ujar Maman usai deklarasi.

Keyakinan itu muncul karena  sebelum deklarasi dilakukan pihaknya melakukan diskusi terlebih dengan Iye-Awab serta tim pemenangannya tentang persoalan yang selama ini kerap dihadapi buruh.  “Masih banyak persoalan, selain pengangguran, persoalan lain adalah PHK sepihak,” tuturnya.

Sebelumnya, saat berdialog,  Iye mengaku sudah mempunyai serangkaian langkah menyikapi persoalan yang sedang dihadapi masyarakat khususnya tenaga kerja.  Menurutnya, kebijakan pemerintah yang pro terhadap tenaga kerja menjadi kunci utama untuk menjawab persoalan itu. Yaitu perlu  regulasi yang mampu mengikat para investor yang sudah ada maupun yang bakal masuk ke Kota Cilegon.

Ketua Tim Pemenangan Iye-Awab, Sahruji menjelaskan, untuk menghadapi pengangguran perlu kebijakan dari walikota. Misalnya, mensyaratkan kepada calon investor  dalam perekrutan tenaga kerja untuk warga Cilegon.  “Paling tidak 70 persen tenaga kerja orang Cilegon harus diserap,” paparnya. (bam/alt)