Pilkada Kota Cilegon, PKS Ajukan Kader Internal

CILEGON – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah melakukan jajak pendapat atau pemilu internal. Hal itu guna menentukan siapa kader yang layak menjadi kandidat calon walikota Cilegon.

Ketua DPD PKS Kota Cilegon Abdul Ghoffar menjelaskan, berdasarkan suara terbanyak kader yang dihimpun melalui pemilu internal, muncul sejumlah kader yang dinilai layak dan memiliki kapasitas untuk dipilih sebagai bakal calon walikota Cilegon. Antara lain Abdul Ghoffar, Nurrotul Uyun, Shinta Wishnu Wardhani, dan Amal Irfanudin.

Ghoffar selain menjabat sebagai Ketua DPD PKS Kota Cilegon, kini menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS di DPRD Kota Cilegon. Sedangkan Nurrotul Uyun sudah diposisikan sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon.

Adapun Shinta Wishnu Wardhani diketahui menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Banten, ia pun dikenal publik sebagai seorang dokter. Sedangkan Amal Irfanudin adalah mantan wakil ketua DPRD Cilegon.

“Sebetulnya ada lima yang diusulkan ke DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) hasil pemilu internal itu, masih tokoh internal PKS, cuma saya lupa,” ujar Ghoffar kepada Radar Banten di kantor DPRD Kota Cilegon, Rabu (11/9).

Ia melanjutkan, nama-nama itu telah diserahkan ke DPW PKS Provinsi Banten untuk dikaji. Selanjutnya, sambil menunggu DPW mengkaji, DPD PKS Cilegon membangun komunikasi dengan elite politik lain.

Dijelaskan Ghoffar, DPD PKS Kota Cilegon hingga saat ini menginginkan mengusung kader internal untuk maju di pilkada. Meraih suara terbanyak ketiga di Kota Cilegon menjadi modal partai berlambang bulan sabit kembar mengapit padi itu untuk bisa maju mengusung kader.

Meski demikian, Ghoffar menyadari jika PKS perlu berkoalisi dengan partai politik lain untuk maju di pilkada nanti.  “Kita punya keinginan memaksimalkan kader agar bisa berkiprah, tapi bukan berarti semangat itu tidak bisa di-review oleh DPW dan menutup peluang dengan partai lain,” ujarnya.

Sementara itu, Nurrotul Uyun mengaku sampai saat ini masih fokus untuk menjalankan amanah sebagai anggota DPRD Kota Cilegon sebaik dan seprofesional mungkin sesuai dengan kapasitas dan tupoksinya. “Apalagi ini masa-masa baru dilantik, masa kerja yang terus menerus harus menjadi pembuktian di masyarakat,” ujarnya.

Soal dirinya yang masuk daftar salah satu kader internal yang berpotensi diusung saat pilkada, menurutnya hal tersebut menjadi salah satu kewenangan partai. Sebagai kader partai, apa pun tugas yang diberikan, ia siap menjalankannya. “Kita coba menganalisis secara bersama-sama,” ujarnya. (bam/ibm/ags)