Pilkada Kota Cilegon: PKS Mantap Usung Kader

Ketua DPD PKS Kota Cilegon Abdul Ghoffar (paling kiri) bersama Nurrotul Uyun (tengah) dan Qoidatul Sitta (kanan) berbincang dengan wartawan di restoran SKI Kota Cilegon.

CILEGON – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) siap mengusung kader internal pada Pilkada Cilegon 2020 mendatang. Hal itu seiring dengan telah keluarnya arahan dari DPP Partai PKS kepada seluruh pengurus di kabupaten kota yang menyelenggarakan pilkada.

Ketua DPD PKS Kota Cilegon Abdul Ghoffar menuturkan, sesuai dengan arahan dari DPP, setelah sukses pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, DPP meminta agar kader internal bisa menduduki posisi eksekutif.  “Di 2019, capaian suara kita naik 100 persen dari perolehan 2014, mengembalikan kursi provinsi yang pernah didapat di 2009. Makanya, kita juga ingin naik level, tidak hanya di legislatif, tapi juga di eksekutif,” ujar Ghoffar kepada wartawan di Restoran Sari Kuring Indah (SKI) Kota Cilegon, Selasa (26/11).

Dijelaskan Ghoffar, keinginan PKS untuk mendudukkan kader internal di jabatan eksekutif agar bisa memberikan manfaat lebih kepada masyarakat. Menurutnya, di legislatif memiliki keterbatasan karena ada beberapa kewenangan yang hanya bisa dilakukan oleh pejabat eksekutif.

“Karena itulah, kiprah dan upaya PKS dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat pun memiliki keterbatasan. Dengan menduduki jabatan di legislatif serta eksekutif, upaya PKS untuk masyarakat bisa lebih,” jelasnya.

Disinggung terkait kader internal yang dimungkinkan akan diusung pada pilkada nanti, kata Ghoffar, saat ini pihaknya sedang melakukan kajian secara internal. Ada beberapa kader internal yang dinilai berpotensi, salah satunya Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Nurrotul Uyun. Terkait koalisi dengan Partai Berkarya, kata Ghoffar, di DPP memang sudah ada nota kesepahaman antara PKS dengan Berkarya yang akan bekerja sama pada Pilkada 2020.

“Di daerah kita belum komunikasi. Tapi, komunikasi kita tidak hanya dengan Berkarya, yang lain juga,” ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Nurrotul Uyun mengaku, masih memilih fokus pada tugas sebagai wakil ketua DPRD Kota Cilegon. “Biarlah mekanisme pilkada dituntaskan oleh struktur sehingga akhir tahun sudah bisa selesai dan diberikan rekomendasi ke DPW,” ujarnya.

Secara prinsip, sebagai kader, ia bersama anggota DPRD Kota Cilegon dari PKS akan bekerja semaksimal mungkin mendukung dan melaksanakan semua hal yang telah diputuskan oleh partai.

Sementara itu, pengamat politik dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Syaeful Bahri menilai koalisi partai Berkarya dengan PKS belum cukup untuk mengalahkan petahana Ratu Ati Marliati yang didukung Partai Golkar. Untuk menyaingi petahana, PKS dan Berkarya harus mampu mengajak partai lain. “Sebagai petahana, Ati diuntungkan dengan kegiatan sosialisasi pembangunan, di mana dia mempunyai kesempatan lebih awal untuk mengenalkan diri kepada masyarakat,” ujar Syaeful.

Selain mampu mengajak partai lain berkoalisi, untuk bisa menyaingi petahana, pertarungan pada pilkada nanti harus head to head. Menurutnya, jika pasangan yang maju lebih dari dua maka kans untuk mengalahkan petahana cukup tipis. (bam-ibm/ira)