Pilkada Kota Serang 2018: Golkar Targetkan Koalisi Besar

Setelah PKS, Jaman Datangi PKB

0
1.425 views
BERBINCANG: Tb Haerul Jaman bersama Vera Nurlaela Jaman dan pengurus DPD Partai Golkar Kota Serang berbincang di sekretariat DPC PKB Kota Serang yang diterima langsung ketuanya, Wahyu Papat JR. FOTO: DOK DPD PARTAI GOLKAR KOTA SERANG FOR RADAR BANTEN

SERANG – Niat Partai Golkar membangun koalisi besar pada Pilkada Kota Serang tahun depan tak main-main. Setelah mendatangi sekretariat DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Serang pada Senin (10/7), kemarin (12/7), partai pemenang Pileg 2014 di Kota Serang ini juga mendatangi sekretariat DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Serang di Cimuncang, Kota Serang.

Sama seperti kedatangan di PKS, kali ini Ketua Dewan Penasihat DPD Partai Golkar Kota Serang yang juga Walikota Serang Tb Haerul Jaman datang langsung. Selain Jaman dan bakal calon walikota Serang dari Partai Golkar Vera Nurlaela Jaman, para pengurus DPD Partai Golkar Kota Serang dan tim pemenangan juga ikut mendatangi PKB.

Usai pertemuan yang berlangsung sekira 45 menit itu, Jaman mengatakan, Golkar butuh berkoalisi dengan semua partai. “Ke depan mudah-mudahan bisa koalisi besar,” ujar Jaman, Rabu (12/7).

Kata dia, pertemuan dengan PKB itu dilakukan untuk mengajak PKB berdiskusi sehingga terjadi kesamaan visi dan misi, pemahaman, dan pemikiran membangun Kota Serang ke depan. Apalagi pada pilkada Kota Serang 2013 lalu, PKB juga berkoalisi dengan Golkar.

Jaman mengungkapkan, berdasarkan pertemuan tersebut PKB pada dasarnya masih terbuka dengan siapa pun. “Golkar juga akan siap mengikuti tahapan dan menempuh mekanisme dengan harapan bisa tetap bersama,” tuturnya.

Ia mengatakan, tidak mendaftarnya Vera pada penjaringan yang dibuka DPC PKB Kota Serang beberapa waktu lalu dikarenakan penetapan istrinya sebagai bakal calon walikota juga dilakukan belum lama ini. “Tapi mudah-mudahan dapat membuahkan hasil kebersamaan” ujarnya. Apalagi, Ketua DPC PKB Kota Serang Wahyu Papat JR menyambut baik dan memberikan ruang untuk berkoalisi.

Orang nomor satu di Kota Serang ini mengatakan, membangun Kota Serang butuh kebersamaan. Dengan begitu, adanya koalisi besar dapat lebih baik untuk percepatan pembangunan di Ibukota Provinsi Banten ini. Adanya banyak partai diharapkan dapat saling mengisi untuk melanjutkan pembangunan di kota yang memiliki enam kecamatan ini.

Terkait rekomendasi DPP Golkar, Jaman mengungkapkan, tim pemenangan DPP sudah datang dan mengundang empat kandidat untuk Pilkada serentak di empat kabupaten kota di Banten. “Pada dasarnya menyetujui kota dan provinsi. Beberapa waktu lagi rekomendasi akan turun,” ujarnya.

Senada dengan Jaman, Vera mengatakan, semakin banyak partai yang berkoalisi tentu akan semakin baik. “Pada akhirnya saat membangun nanti harus ada kebersamaan,” tutur ibu empat anak ini.

Selain menjalin komunikasi dengan partai yang dulu berkoalisi dengan Golkar untuk mengusung suaminya dan Sulhi pada Pilkada 2013, kali ini partai berlambang pohon beringin ini juga berkomunikasi dengan partai nonkoalisi yakni PDIP dan PAN.

Ketua DPC PKB Kota Serang, Wahyu Papat JR mengungkapkan, meskipun penjaringan di DPC telah tutup, tapi Vera sudah mendaftar di DPP sepekan yang lalu. Dalam ketentuan partainya memang diperbolehkan bagi siapa pun, bukan hanya Vera untuk mendaftar. “Bisa mendaftar di DPP, tapi DPC diikutsertakan. Bu Vera sudah komunikasi dengan DPP sekira tiga minggu yang lalu, daftarnya sekira seminggu yang lalu,” ungkapnya.

Seperti sebelas kandidat lain yang sudah mendaftar dan mengembalikan formulir di PKB, Vera juga harus tetap mengikuti mekanisme partai. Akhir Juli ini, 12 kandidat itu akan menyampaikan visi dan misi di hadapan para pengurus ranting dan PAC PKB se-Kota Serang. Nantinya, pengurus ranting dan PAC akan memilih tiga sampai lima orang yang visi misinya sesuai dengan PKB untuk dikirim ke DPP guna mengikuti fit and proper test. Selain visi misi, pertimbangan lain yang dijadikan faktor untuk merekomendasikan kandidat adalah hasil survei dan komunikasi.

Papat mengatakan, walaupun pihaknya berharap bisa berkoalisi dengan Golkar, tapi keputusan tetap ada di DPP. Begitupun dengan keputusan dirinya yang akan maju atau tidak pada Pilkada nanti akan diserahkan ke DPP. (Rostinah/RBG)