Pilkada Kota Serang 5 Hari Lagi, Warga Belum Tahu Tanggal Pencoblosan

0
3.353 views

SERANG – Pilkada Kota Serang tinggal lima hari lagi. Namun, masih ada masyarakat Kota Serang yang belum mengetahui perhelatan tersebut, baik waktu pelaksanaan maupun pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Serang yang bakal bertarung pada Rabu (27/6).

Tami, warga Cinanggung mengaku, tak tahu siapa saja paslon yang akan berlaga. “Tahunya hanya satu saja, Bu Vera. Itu juga tak tahu siapa wakilnya,” ujar Tami, Kamis (21/6).

Meskipun hanya tahu satu calon saja, ia pun mengaku tidak mengetahui visi misi paslon tersebut. “Habis pilkadanya sepi, kayak bukan pilkada,” ungkapnya.

Ia berharap adanya sosialisasi yang lebih banyak lagi dari KPU Kota Serang agar masyarakat dapat mengetahui siapa saja paslon dan waktu pelaksanaan pilkada. “Jangan sampai nanti kami mencoblos kucing dalam karung,” tuturnya.

Hal yang sama diungkapkan Kuat. Warga Ciracas itu hanya tahu pilkada akan dilaksanakan bulan ini. Namun, ia tak mengetahui persis kapan hari dan tanggalnya.

Selain tak mengetahui waktu, perempuan yang biasa berjualan makanan di Ciceri itu juga tak mengetahui siapa saja yang akan berlaga di pilkada nanti. “Cuma tahu Pak Syafrudin sama Pak Badri saja. Aje Kendor itu. Yang lainnya siapa ya,” lirihnya.

Anggota KPU Kota Serang M Hopip mengaku, kemarin pagi pihaknya kembali melaksanakan kegiatan jalan santai untuk menyosialisasikan perhelatan pilkada nanti. KPU sendiri melakukan sekira 70 kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mulai dari pemilih pemula, petani, nelayan, hingga penyandang disabilitas. Selain KPU, PPK juga melakukan 15 kegiatan dan PPS 10 kegiatan sosialisasi selama masa kampanye. “Itu bentuk ikhtiar kami agar masyarakat tahu. Baik itu hari libur, pagi, siang, maupun malam,” ujarnya.

Selain mengerahkan kemampuan KPU untuk sosialisasi, ia juga meminta tim para paslon juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan harapan partisipasi pemilih dapat mencapai target yang ditetapkan KPU, yakni 70 persen.

Sebagai usaha terakhir sebelum masa tenang, Hopip mengaku, Minggu (23/6) nanti, pihaknya akan melakukan wawar bersama PPK dan PPS di sepuluh lokasi di Ibukota Provinsi Banten ini. Lokasi wawar akan dimaksimalkan seperti di jalan protokol dan permukiman.

Saat ini, tambahnya, salah satu yang menjadi kekhawatiran KPU dan para paslon adalah pemilih yang bekerja di luar daerah seperti di Kabupaten Serang. Meskipun tak libur, tapi diharapkan ada dispensasi dari perusahaan untuk memberikan kesempatan warga Kota Serang menggunakan hak pilihnya. “Untuk itu, kami akan koordinasi dengan Pemkab Serang dan Pemprov Banten,” tuturnya. (Rostinah/RBG)