Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang bersama Gubernur Banten Wahidin Halim meresmikan gedung baru DPD Partai Hanura Banten.

SERANG – Sikap politik Partai Hanura masih tarik ulur, bahkan terkesan plinplan dalam menentukan sikap dukungannya pada Pilkada Kota Serang. Partai besutan Jenderal (Purn) Wiranto ini berdalih masih menunggu hasil survei yang dilakukan pihaknya.

Padahal, pada awal September ini Hanura bersama PKS dan NasDem telah mendeklarasikan Koalisi Rumah Kita. Koalisi tersebut mengusung Ranta Soeharta sebagai bakal calon di suksesi kepemimpinan di Ibukota Banten.

Ketua DPD Hanura Banten Eli Mulyadi mengatakan, penentuan dukungan calon untuk Pilkada Kota Serang masih menunggu hasil survei pada awal Oktober nanti. “Kan tadi sudah dijelaskan, kalau Kota Serang kita survei dulu,” katanya usai peresmian gedung Partai Hanura di Jalan Syekh Nawawi Albantani, Curug, Kota Serang, Senin (25/9).

Ia berdalih, deklarasi bersama PKS dan NasDem hanya sebatas komunikasi politik yang sifatnya tidak permanen. “Kan ada komunikasi dengan teman-teman yang di Koalisi Rumah Kita. Ada yang PDIP, ada yang dengan Golkar, itu kan komunikasi. Kan saya tekankan belum ada yang permanen, belum ada keputusan usungan,” jelasnya.

Tidak seperti di Kota Serang, Eli mengatakan untuk tiga daerah lain di Banten yang melaksanakan pilkada, Hanura sudah memberikan rekomendasi yang diusulkan ke DPP. Yakni, Ahmed Zaki Iskandar untuk Pilkada Kabupaten Tangerang, Arief Wismansyah untuk Pilkada Kota Tangerang, serta Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi untuk Pilkada Lebak.

Eli juga berdalih, lamanya penentuan dukungan untuk Pilkada Kota Serang lantaran bakal calonnya lebih banyak dari daerah lain. “Makanya kota Serang enggak bisa buru-buru, survei 20 Oktober sudah ada keputusan, nanti kita langsung sidang. Paling di November sudah ada keputusan,” kata Eli.

“Kan calonnya banyak, dinamis. Harus benar-benar diukurlah, parameternya harus kita kaji secara mendalam,” sambung anggota DPRD Provinsi Banten ini.

Ditanya apakah masih ada kepentingan yang belum ketemu dengan partai koalisi dan calon yang sebelumnya dideklarasikan, Eli masih berdalih menunggu survei selesai. “Enggak, survei saja. Mau diukur kita, jangan sampai salah pilihan, salah pilihan nanti saya digorok sama ketum lagi,” katanya berseloroh.

Terkait DPC Kota Serang yang juga sudah memberikan dukungan kepada Syafrudin, Eli juga mengatakan hal yang sama. “Itu mah komunikasi politik dengan calon, dengan partai, kan biasa. Cuma kalau saya kan komunikasi enggak pernah difoto-foto. Kalau pengurus DPC-DPC melakukan komunikasi ya biasa itu,” cetusnya.

Sementara pada saat pembukaan peresmian gedung, selain unsur pimpinan Pemprov, beberapa nama yang digadang-gadang maju pada Pilkada Kota Serang juga hadir. Di antaranya Nuraeni, Subadri Usuludin, Wahyudin Djahidi, dan Vera Nurlaela Jaman. Namun, dari nama-nama itu hanya Vera yang diundang secara khusus untuk maju ke panggung saat akan ditabuh beduk sebagai simbol acara dibuka. Hadir juga Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy.

Kejadian itu sontak membuat raut muka Subadri Usuludin dan Wahyudin Djahidi yang datang lebih awal menjadi berubah. Meski tidak ditampakkan, raut kekecewaan mereka tidak bisa dimungkiri. Bahkan, mereka yang duduk bersanding didampingi Ketua DPW PPP Agus Setiawan pulang lebih awal saat tamu undangan melakukan tinjauan gedung yang baru diresmikan secara langsung oleh Ketua Umum DPP Hanura Oesman Sapta Odang. (SUPRI/RBG)