Pilkada Lebak, Rencana Koalisi PKS-Gerindra Terancam Kandas

0
2.084 views
Tiga parpol di Lebak melakukan pertemuan dengan Balon Bupati Cecep Sumarno di RM Tirai Bambu di Mandala, Kecamatan Cibadak.

RANGKASBITUNG – Koalisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, dan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam menghadapi Pilkada Lebak 2018, tampaknya tak akan terwujud. Soalnya, hingga kemarin, belum ada keputusan tentang rencana kerja sama politik antara ketiganya.

Setelah pertemuan dengan bakal calon (balon) bupati Cecep Sumarno, Selasa (4/7) pagi, Partai Gerindra menyatakan belum membangun komitmen koalisi dengan PKS dan PAN karena masih melakukan penjajakan dengan balon bupati dan parpol di DPRD Lebak. “Kita tadi hanya ngobrol biasa. Belum ada komitmen apa-apa. Apalagi, Partai Gerindra Lebak masih dipimpin pelaksana tugas (plt) sehingga belum bisa mengeluarkan kebijakan yang strategis,” kata Plt Ketua DPC Gerindra Lebak Oong Syahroni kepada Radar Banten, Selasa (4/7).

Menurutnya, penetapan balon bupati Lebak 2018 dan mitra koalisi bukan kewenangan DPC Partai Gerindra Lebak. Hal itu menjadi kewenangan DPD Partai Gerindra Banten dan DPP Partai Gerindra. Namun, DPD Partai Gerindra Banten mempersilakan pengurus DPC Gerindra Lebak untuk melakukan komunikasi dengan balon bupati siapa pun, baik itu Cecep Sumarno, Sanuji Pentamarta, dan balon bupati petahana, yakni Iti Octavia Jayabaya. “Kalau pengurus DPC Gerindra Lebak sudah ditetapkan secara definitif, baru kita melakukan langkah-langkah untuk menghadapi pilkada 2018,” jelasnya.

Target awal Partai Gerindra, yakni turunnya surat keputusan (SK) kepengurusan DPD Partai Gerindra Lebak. Setelah itu, DPC Gerindra Lebak akan mengeluarkan SK Badan Seleksi Organisasi (BSO) yang akan melakukan penjaringan balon bupati dan wakil bupati Lebak. “Jadi kalau bicara koalisi, masih panjang. Kita bisa berkoalisi dengan siapa pun. Kebetulan tadi kita ketemu dengan balon bupati alternatif, Pak CS dengan teman-teman dari PKS dan PAN di Mandala,” terangnya.

Ketua DPD PKS Kabupaten Lebak Dian Wahyudi optimistis, poros koalisi PKS, Gerindra, dan PAN terwujud. Bahkan, sebelum Lebaran 2017, PKS dan Gerindra sudah melakukan pertemuan dengan Partai NasDem. Harapannya, NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bisa gabung. “Tiga partai yang bertemu dengan balon bupati Cecep Sumarno, yakni PKS, Gerindra, dan PAN, sudah punya sepuluh kursi sehingga bisa mengantarkan calon alternatif di Pilkada Lebak 2018,” kata Dian Wahyudi.

Kata Dian, PKS sudah punya balon bupati untuk diusung pada pesta demokrasi 2018 yang akan datang, yaitu Sanuji Pentamarta. Nanti Partai Gerindra dan PAN mau mengusung siapa, itu akan dibicarakan kemudian termasuk kombinasi bakal calon alternatif apakah Sanuji tetap balon bupati atau balon wakil bupati Lebak.

Pada kesempatan tersebut, Dian menyarankan CS untuk mengikuti mekanisme penjaringan balon bupati dan wakil bupati di partai masing-masing. Dia pun harus melakukan lobi-lobi politik dengan pengurus partai di tingkat provinsi dan pusat.

“Kita pun sudah minta izin kepada CS untuk bersilaturahmi dengan balon bupati yang ada. Jadi, enggak hanya ketemuan dengan CS,” tuturnya.

Ketua Tim Relawan CS Eko Nugraha membenarkan, CS telah melakukan pertemuan dengan pimpinan tiga parpol di Lebak. Pertemuan tersebut hanya sebatas silaturahmi biasa dan akan terus ditindaklanjuti.

Sekadar informasi, jumlah kursi PKS di DPRD Lebak sebanyak lima kursi, Partai Gerindra empat kursi, dan PAN satu kursi. Jika ditotal, jumlah kursi tiga parpol tersebut sebanyak sepuluh kursi sehingga cukup untuk mengusung balon bupati dan wakil bupati pada pilkada serentak 2018.

“Saya optimistis CS akan diusung pada Pilkada Lebak yang akan datang. Apalagi, pimpinan partai politik tersebut sepakat ingin ada calon alternatif pada pesta demokrasi lima tahunan di Bumi Multatuli,” terangnya. (Mastur/RBG)