Pilkada Serentak 2020: PDIP Sepaket, PAN dan PKS Tunggal

Ilustrasi

SERANG – Tiga partai politik telah mengeluarkan rekomendasi nama-nama bakal calon yang akan diusung di Pilkada Serentak 2020. Ketiganya adalah PDIP, PAN, dan PKS.

Dalam rekomendasinya, DPP PDIP memutuskan mengusung pasangan petahana Irna Narulita-Tanto W Arban untuk Pilkada Pandeglang dan mengusung Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa untuk Pilkada Kabupaten Serang. Sedangkan untuk Pilkada Kota Cilegon dan Kota Tangsel, PDIP akan mengumumkan rekomendasinya pada tahap kedua.

Selanjutnya, DPP PAN mengeluarkan rekomendasi untuk Pilkada Pandeglang mengusung Irna Narulita sebagai bakal calon bupati, Pilkada Kabupaten Serang Masrori sebagai bakal calon bupati, dan Pilkada Kota Cilegon Iye Iman Rohiman sebagai bakal calon walikota. Sedangkan Pilkada Tangsel, PAN masih menunggu usulan dari pengurus daerah sebelum mengeluarkan rekomendasi.

Sedangkan DPP PKS baru mengeluarkan rekomendasi untuk Irna Narulita sebagai bakal calon bupati Pandeglang. Tiga daerah lainnya baru diusulkan nama-nama bakal calon oleh pengurus daerah ke DPP.

Sekretaris DPD PDIP Banten Asep Rahmatullah mengungkapkan, surat rekomendasi untuk bakal calon bupati dan wakil bupati telah dikeluarkan DPP dan telah diterima pengurus daerah. “Di Pilkada Pandeglang dan Kabupaten Serang, DPP PDIP telah memutuskan untuk mengusung pasangan calon petahana,” kata Asep saat memberikan keterangan pers di kantor DPD PDIP Banten, Rabu (19/2).

Mantan ketua DPRD Banten itu melanjutkan, rekomendasi untuk bakal calon walikota Cilegon dan calon wakilnya, serta calon walikota Tangsel dan calon wakilnya akan dikeluarkan rekomendasi oleh DPP dalam waktu dekat. “Rekomendasi untuk Pilkada Cilegon dan Tangsel akan dikeluarkan DPP paling lambat pertengahan Maret,” ungkap Asep.

Ia melanjutkan, keputusan DPP sudah final untuk dua daerah, yakni Kabupaten Serang dan Pandeglang. Untuk itu, pengurus DPD dan DPC tegak lurus mematuhi. “Pendaftaran calon masih lama, tapi DPP PDIP sengaja lebih cepat memutuskan pasangan calon yang akan diusung  agar pengurus daerah siap membangun komunikasi, mengonsolidasikan koalisi untuk berjuang bersama seluruh kader memenangkan Pilkada 2020,” tegasnya.

Terkait peta koalisi, Asep mengaku, partainya akan berkoalisi dengan beberapa partai yang mendukung pasangan calon yang diusung oleh PDIP. “Tentu saja PDIP akan berkoalisi dengan partai yang merekomendasikan dukungannya kepada calon yang akan diusung PDIP. Bisa jadi koalisi di Pilkada Pandeglang akan berbeda dengan koalisi di Pilkada Serang. Jadi, koalisinya per daerah atas dasar kesamaan dukungan calon yang diusung,” pungkasnya.

DPP PAN

Di hari yang sama, DPP PAN juga telah mengeluarkan rekomendasi terkait calon yang akan diusung di Pilkada 2020. Berbeda dengan PDIP, rekomendasi DPP PAN tidak satu paket. Calon bupati dan walikota yang diusung PAN dipersilakan mengusulkan calon wakil bupati dan wakil walikota.

Ketua DPW PAN Banten Masrori mengatakan, rekomendasi DPP yang keluar hanya untuk tiga daerah. Sementara untuk Tangsel belum dikeluarkan rekomendasi calon walikotanya.

“Sesuai keputusan DPP PAN, pada Pilkada Pandeglang mengusung Irna Narulita sebagai bakal calon bupati, mengusung Iye Iman Rohiman sebagai bakal calon walikota Cilegon, dan mengusung saya sebagai bakal calon bupati Serang. Kami yang mendapat rekomendasi ditugaskan mencari calon wakilnya,” kata Masrori saat memberikan keterangan pers di kantor DPW PAN Banten.

Ia melanjutkan, Irna, Iye, dan dirinya harus melakukan koordinasi dengan DPP terkait langkah selanjutnya dalam membangun koalisi. “Kalau sudah membangun koalisi dan mendapatkan calon wakil kepala daerah, Bu Irna, Pak Iye, dan saya harus mengusulkan lagi ke DPP. Nanti DPP akan mengeluarkan keputusan terkait pasangan calon yang akan diusung PAN di Pilkada 2020,” bebernya.

Terkait Pilkada Kota Tangsel, Masrori mengaku, belum keluarnya rekomendasi DPP lantaran pengurus PAN Tangsel belum melaporkan nama-nama bakal calon yang ikut penjaringan di PAN. “Kita masih menunggu usulan dari pengurus PAN Kota Tangsel. Mudah-mudahan minggu depan sudah ada dan akan segera kami sampaikan ke DPP,” tegasnya.

Masrori menegaskan, tidak mempersoalkan bila harus berkoalisi dengan PDIP di Pilkada Pandeglang tapi berlawanan untuk Pilkada Kabupaten Serang. Atau berkoalisi dengan PKS di Pilkada Pandeglang dan Pilkada Kabupaten Serang, tapi berlawanan di Pilkada Kota Cilegon.

“Koalisi berlaku per daerah, tidak ada masalah berjuang bersama-sama di satu daerah dan bersaing di daerah lain. Itulah indahnya demokrasi,” tuturnya.

Terkait koalisi perubahan yang telah dibangun PAN bersama PKS, Berkarya dan Hanura di Pilkada Kabupaten Serang, Masrori mengaku, tidak ada masalah. “Saya hari ini (kemarin-red) telah ditugaskan DPP PAN untuk maju sebagai calon bupati Serang, nanti koalisi perubahan akan menggodok siapa nama calon bupati dan wakil bupati Serang yang akan diusung koalisi perubahan. Prinsipnya, kita berkoalisi untuk menang di pilkada. Syukur-syukur koalisi perubahan memutuskan saya sebagai calon bupati Serang. Kita lihat saja prosesnya. Sementara tugas saya saat ini menjalin komunikasi dengan para tokoh untuk mencari calon pendamping,” tuturnya.

Ia menambahkan, Irna dan Iye telah menerima surat rekomendasi DPP PAN yang diserahkan pengurus DPW PAN Banten. “Tadi (kemarin-red) Bu Irna dan Pak Iye telah menerima rekomendasi dari PAN. Alhamdulillah, semuanya komitmen bersama PAN,” tegasnya.

Ia berharap, semua parpol dalam waktu dekat mengeluarkan rekomendasi terhadap calon kepala daerah dan wakil kepala daerah karena hal itu akan memudahkan membangun koalisi di setiap daerah. “Koalisi dibangun ada yang karena kesamaan dukungan terhadap calon, ada juga yang berkoalisi karena kesamaan garis perjuangan. Seperti halnya koalisi perubahan di Pilkada Serang, kami sepakat berkoalisi dulu baru menentukan calonnya. Karena PAN, PKS, Berkarya dan Hanura ingin melakukan perubahan dengan mengalahkan petahana,” tegasnya.

DPP PKS

Sama dengan PDIP dan PAN, DPP PKS juga sudah mengeluarkan rekomendasi. Ketua DPW PKS Banten Sanuji Pentamarta mengungkapkan, DPP PKS baru mengeluarkan rekomendasi untuk Pilkada Pandeglang.

“Rekomendasi DPP adalah mengusung Irna Narulita sebagai bakal calon bupati, belum dengan pasangan (calon wakil bupati),” kata Sanuji kepada Radar Banten, kemarin.

Adapun untuk tiga daerah lainnya, kata Sanuji, DPP masih menunggu usulan dari daerah. “Tiga pengurus daerah baru mengusulkan ke DPP, insya Allah, dalam waktu dekat keluar rekomendasi,” ujar Sanuji.

Ia menambahkan, usulan dari PKS Cilegon yang telah disampaikan ke DPP adalah bakal calon walikota Helldy Agustian disandingkan dengan kader PKS. Berikutnya usulan DPD PKS Kabupaten Serang adalah bakal calon bupati Najib Hamas. Sementara usulan pengurus DPS PKS Kota Tangsel ada dua nama untuk calon walikota, yaitu Ruhamaben dan Siti Chadijah.

“Pengurus daerah hanya bisa mengusulkan, apa pun rekomendasi DPP itu yang akan diusung PKS,” ungkapnya.

Ia berharap, ada beberapa kader PKS yang bisa tampil di Pilkada 2020, baik sebagai calon kepala daerah atau pun wakil kepala daerah. “Idealnya PKS mengusung kader sendiri, tapi kami juga realistis. Keputusan final tetap dilakukan di forum koalisi yang akan dibangun PKS di empat daerah. Sementara ini, baru di Pilkada Kabupaten Serang PKS sepakat berkoalisi dengan PAN, Berkarya dan Hanura, di tiga daerah lainnya akan segera dilakukan,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, bakal calon Walikota Cilegon Iye Iman Rohiman mengaku bersyukur atas rekomendasi yang telah diberikan oleh PAN. Menurut Iye, sebagai sosok yang mendapatkan rekomendasi, ia mengaku akan terus menjalin komunikasi dengan partai lain di Kota Cilegon karena PAN masih membutuhkan tambahan kursi agar bisa mengusung pasangan calon.

“Minimal kan delapan kursi, PAN masih kurang, itu salah satu kewajiban untuk konsolidasi dengan partai lain,” ujar Iye.

Selama ini, lanjut Iye, ia telah menjalin komunikasi dengan berbagai tokoh dan partai politik. Menurutnya, hal itu bisa menjadi modal baik bagi dirinya untuk terus menggalang kekuatan di pilkada nanti. (den-bam/alt/ira)