Pilkada Serentak 2020: Petahana Borong Partai

Bakal pasangan calon Ratu Ati Marliati-Sokhidin bersama fungsionaris partai koalisi bergandengan tangan saat deklarasi, kemarin.

SERANG – Tren petahana memborong dukungan partai politik untuk tiket maju dalam pilkada bakal terjadi di empat Pilkada Serentak di Provinsi Banten.

Di Kota Cilegon, meskipun tidak semua partai menyatakan dukungan untuk petahana Ratu Ati Marliati-Sokhidin, tapi pasangan ini mengantongi parpol koalisi paling banyak. Yakni, Golkar, Gerindra, NasDem serta PKB.

Pasangan petahana di Pilkada Kabupaten Serang, Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa kini sudah mengantongi 10 dukungan partai. Yakni, Partai Golkar, PDI Perjuangan, PKS, Partai NasDem, Partai Hanura, PBB, PKB, Partai Berkarya, PPP, dan PAN. Dari 10 parpol itu, Tatu-Pandji didukung 37 kursi di DPRD Kabupaten Serang.

Aksi borong dukungan partai pun sedang dilakukan bakal pasangan calon petahana Irna Narulita-Tanto Warsono Arban. Pasangan ini telah mengantongi 31 kursi dari tujuh partai politik (parpol) di ajang Pilkada yang akan di selenggarakan 9 Desember mendatang.

Partai Golkar, PKS, PAN, Demokrat, PDI Perjuangan, NasDem, dan PBB yang telah menyatakan dukungan. Dari 50 kursi di DPRD Pandeglang, pasangan ini setidaknya telah mendapatkan dukungan 31 kursi.

Adapun partai politik yang belum menyatakan dukungan kepada pasangan petahana tersebut yakni Partai Gerindra dengan tujuh kursi, PPP dengan lima kursi, PKB dengan enam kursi, dan Partai Perindo satu kursi dengan total 18 kursi di DPRD Pandeglang.

Sementara itu, eskalasi politik di Kota Tangsel sepertinya yang paling dinamis. Saat ini, pada Pilkada Kota Tangsel mengerucut kepada tiga kontestan. Mereka adalah Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan yang diusung partai Golkar. Lalu, Siti Nur Azizah-Ruhamaben didukung partai Demokrat dan PKS. Terakhir, Muhamad-Rahayu Saraswati mengantongi dukungan paling banyak yakni PDI Perjuangan, Gerindra dan Hanura. Sementara, PSI, PKB dan PAN masih belum memutuskan apakah akan membentuk poros baru. Atau bergabung dengan tiga poros yang telah terbentuk tadi.

YAKIN SOLID

Bakal calon petahana Pilkada Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati mengaku makin percaya diri melenggang di pilkada. “Kami yakin tim semakin solid, kami optimis,” ujar Bakal Calon Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati, Minggu (9/8).

Di sisi lain, Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta yang diusung Partai Berkarya dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedang menghadapi persoalan berkaitan dengan polemik di DPP Partai Berkarya.

Persoalan di DPP Partai Berkarya berbuntut kepada level pengurusan di tingkat Provinsi, dimana Helldy Agustian disebut dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Partai Berkarya Provinsi Banten.

Karena persoalan itu, setidak ada dua hal yang dianggap patut menjadi perhatian serius, pertama Surat Rekomendasi DPP Partai Berkarya untuk Helldy-Sanuji yang dikeluarkan oleh kepengurusan Tomy Soeharto dinilai tidak bisa digunakan untuk mendaftar ke KPU Kota Cilegon.

Kemudian lepasnya Helldy dari jabatan sebagai Ketua DPW Partai Berkarya pun dinilai bisa memengaruhi perjalanan politiknya di Pilkada Kota Cilegon.

“Mengenai pencalonan saya banyak masyarakat yang WA, bertanya, sedih nangis, dalam hal ini mereka merasa bahwa pa Helldy ini ada kaitan dengan lawan politik, jadi dengan hal seperti itu saya tertantang untuk memperjuangkan masyarakat yang sudah mendukung,” ujar Helldy.

Helldy mengaku masih optimis menyongsong Pilkada Kota Cilegon. Ia pun mengaku masih bergerak sesuai dengan agenda politik yang telah ditetapkan.

Lepas dari dua kandidat tersebut, Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon dari Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Iye Iman Rohiman-Awab tengah melakukan pendekatan kepada partai non parlemen.

Diwakili Ketua PAN Kota Cilegon Alawi Mahmud, pasangan tersebut beberapa waktu lalu melakukan pertemuan dengan sejumlah partai non parlemen seperti Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Perindo, Partai Hanura, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Partai Garuda.

“Belum ada deal, tapi semuanya sepakat untuk merubah wajah Cilegon melalui pilkada,” ujarnya.

TATU-PANDJI DIBAYANGI NASRUL-EKI

Di Kabupaten Serang pasangan petahana Tatu -Pandji dibayang-bayangi bakal pasangan calon Nasrul Ulum-Eki Baihaki. Tatu-Pandji merupakan pasangan petahana sementara Nasrul Ulum sebagai mantan anggota DPRD Kabupaten Serang dan Eki Baihaki putra mantan Bupati Serang dua periode Ahmad Taufik Nuriman. Tatu-Pandji didukung sepuluh partai politik. Kemudian, rivalnya Nasrul-Eki mendapatkan dukungan dua parpol. Yakni, Partai Gerindra dan Partai Demokrat. Dari dua parpol itu, Nasrul-Eki mendapat dukungan 13 kursi di DPRD Kabupaten Serang.

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Serang Fahmi Hakim mengatakan, berbekal dukungan 10 parpol menjadikan pasangan Tatu-Pandji semakin kuat untuk menang di Pilkada. Pihaknya juga menargetkan suara 80 persen. “Ini bukti kebersamaan dari parpol untuk memenangkan kembali Bu Tatu dan Pak Pandji,” katanya.

Sementara, di sisi lain Ketua DPD Partai Gerindra Banten Desmond Junaidi Mahesa merasa optimistis pasangan yang ia usung akan menang di pilkada. Meskipun hanya mendapatkan dukungan dari dua parpol. “Di Pilkada yang milih kan rakyat,” katanya.

IRNA TANTO BELUM ADA LAWAN

Di Pilkada Pandeglang, saat ini partai politik yang belum menyatakan dukungan kepada pasangan petahana yakni Partai Gerindra dengan tujuh kursi, PPP dengan lima kursi, PKB dengan enam kursi, dan Partai Perindo satu kursi dengan total 18 kursi di DPRD Pandeglang.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBB Pandeglang, Nazamudin mengatakan, alasan diberikannya dukungan kepada pasangan petahana karena dinilai berhasil membangun Pandeglang dan memiliki pengalaman menyelenggarakan roda pemerintahan. “Bupati yang baru belum tentu dapat bisa membangun meneruskan khawatir kembali lagi ke nol. Nah ini alasan kita mendukung pasangan Ibu Irna dan Pak Tanto,” katanya.

Nazamudin mengaku akan terus memberikan dukungan dan ikut mengawal terselenggaranya sistem pemerintahan yang baik dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Pandeglang. Oleh karena itu, kata dia, partainya akan terus berupaya bersama dengai partai koalisi pendukung pasangan petahana untuk kembali memenangkan pasangan Irna Narulita dan Tanto Warsono Arban di Pilkada Pandeglang 9 Desember.

“Kemarin kinerja yang belum dilakukan atau kurang baik tinggal diperbaiki dan yang belum dilakukan bisa diteruskan untuk dilakukan. Kita dapat amanah dari DPW dan salam dari Pak Yusril agar terus mengawal pasangan Irna-Tanto sampai selesai. Kita akan ikut andil dalam pengawalan pembangunan di Pandeglang,” katanya.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Pandeglang, Yangto mengatakan, dukungan kepada pasangan Irna Narulita dan Tanto Warsono Arban untuk melaju di Pilkada 9 Desember telah diberikan karena dinilai memiliki elektabilitas yang tinggi dan berhasil membangun Pandeglang selama menjadi kepala daerah.

Kata dia, pemberian dukungan itu diberikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Banten Senin (20/7) lalu. Sebelum memberikan dukungan, pihak DPP Partai NasDem terlebih dahulu melakukan survei terhadap pasangan tersebut, mulai dari hasil pembangunan hingga antusias masyarakat terhadap Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang sekarang. “Semuanya instruksi dari pusat berdasarkan kajian dan survei internal. Pertimbangannya ya karena masih memiliki integritas yang tinggi, kemudian dinilai berhasil membangun Pandeglang dan memilki peluang besar untuk kembali memenangkan pilkada nanti,” katanya.

Sementara itu, partai koalisi penantang pasangan petahana petahana Irna Narulita-Tanto Warsono Arban tengah mematangkan pendamping Thoni Fathoni Mukson pada perhelatan di Pilkada Pandeglang 2020. Pertengahan Agustus, partai koalisi akan memastikan siapa yang akan mendampingi mantan anggota DPRD Provinsi Banten itu.

Diketahui, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), siap berkoalisi mendukung Thoni Fathoni Mukson sebagai calon Bupati Pandeglang. Kekuatan bertambah, keluarnya surat tugas dari partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk Thoni untuk mencari calon pendaping dalam Pilkada Pandeglang.

Ketua DPW PKB Provinsi Banten Ahmad Fauzi mengatakan, PKB memberikan mandat sepenuhnya kepada Thoni Fathoni Mukson untuk mencari pendaping maju di Pilkada Pandeglang. “PKB masih menunggu kang Thoni, siapa wakil yang akan dipilih oleh dia. Tapi, yang jelas, pasangan akan diambil dari suara mayoritas koalisi parpol,” ujarnya kepada Radar Banten, Minggu (9/8).

Kata Fauzi, secara pasti PKB akan mendukung pencalonan Thoni Fathoni Mukson dalam perhelatan Pilkada Pandeglang. Terlebih, setelah PPP, Partai Gerindra telah memberikan surat tugas untuk mencari pendamping. “Gerindra memberi surat tugas. Ini point plus. Sampai saat ini PKB belum bisa memastikan siapa pendampingnya,” terangnya.

“Yang saya ketahui memang sampai saat ini, Kang Thoni terus berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk meminta masukan dan saran sosok pendampingnya,” tambah Fauzi.

Terpisah, Plt Ketua DPW PPP Banten, Subadri Ushuludin mengatakan, PPP tengah mendalami beberapa tokoh yang masih mempunyai niatan untuk mendarmabaktikan dirinya untuk Pandeglang. “Partai kini tersisa ada empat PPP, PKB, Gerindra dan Perindo. Kita akan maksimalkan,” katanya.

“Kalau target, mudah-mudahan pekan depan sudah beres. Karena memang September sudah masuk tahapan. Ada tiga yang tengah dipertimbangkan, yakni Mulyadi, Aap Aptadi dan  Iip Mitahul Khoiry,” tambah Subadri.

Subadri mengatakan, PPP tidak mempersoalan apakah nanti Thoni Fathoni Mukson yang berada di calon bupati atau wakil bupati. PPP terus menjaring aspirasi tokoh-tokoh dan masyarakat Pandeglang untuk memenangkan Pilkada 2020. “Dalam rangka menuju kemenangan, dengan siapa nya kita sedang dalami bersama,” katanya.

RELAWAN ARSID DUKUNG BENYAMIN

Sementara itu Tim relawan Arsid bertekad memenangkan pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan dalam Pilkada Tangsel, tahun ini. Dukungan akan dibuktikan 22 Agustus mendatang dengan menggelar deklarasi.

“Ya, kita akan all out mendukung Benyamin-Pilar menjadi Walikota dan Wakil Walikota Tangsel selanjutnya. Komitmen kami akan kita buktikan dengan melakukan deklarasi di kawasan Situ Gintung,” kata Suryadi Nian, Ketua Tim Pemenangan Arsid saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (5/8).

Diketahui, Arsid sudah dua kali nyalon Walikota Tangsel. Pertama, tahun 2010 Arsid berpasangan dengan artis Andre Taulani melawan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie. Hasilnya, Arsid-Andre kalah. Pasangan Airin-Benyamin terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Tangsel.

Pilkada selanjutnya. Tepatnya tahun 2015. Arsid mencoba peruntungan kembali. Kali ini, Arsid berpasangan dengan Elvier Ariadiannie Soedarto Poetri. Lawannya tetap Airin-Benyamin. Namun, lagi-lagi Arsid harus menelan pil pahit. Arsid kalah. Airin-Benyamin kembali terpilih untuk yang kedua kalinya sebagai walikota dan wakil walikota Tangsel.

Sekarang, di Pilkada 2020, Arsid tampaknya belum kapok juga. Dia berhasrat tetap manggung menjadi calon walikota. Dia mengikuti sejumlah proses penjaringan yang dilakukan sejumlah parpol. Namun, nasib berkata lain. Tak ada satu pun parpol yang meliriknya. Termasuk PDI Perjuangan. Padahal, Arsid adalah kader partai berlambang banteng moncong putih ini.

Ditambahkan Suryadi, dukungan kepada Benyamin-Pilar mencuat 1 Agustus lalu. Itu terjadi saat relawan Arsid bersilaturahmi dengan Arsid di rumahnya. Sebuah tayangan video berdurasi 2.46 menit membuktikan hal tersebut.

”Pernyataan itu ada rekaman videonya. Ada pernyataan Bang Arsid dan Saya, untuk mendukung pasangan Benyamin-Pilar,” tandas mantan anggota DPRD Provinsi Banten dari Partai Nasdem.

Terpisah, saat dikonfirmasi soal rencana deklarasi dukungan tim Arsid, Benyamin Davnie mengaku belum mengetahuinya. ”Masa sih. Saya belum tahu itu,” katanya melalu pesan singkat whatsapp.

Meski begitu, Benyamin mengaku dukungan relawan  Arsid kepada dirinya dan Pilar menjadi energi untuk terus berjuang lebih keras dalam memenangkan pilkada. ”Ya, bagi saya dukungan tersebut energi untuk berjuang lebih keras lagi untuk meraih kemenangan,” tukasnya.

Sekadar info, Pilkada Kota Tangsel Desember mendatang, sepertinya mengerucut kepada tiga kontestan. Mereka adalah Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan (Golkar). Lalu, Siti Nur Azizah-Ruhamaben (Demokrat dan PKS). Terakhir, Muhamad-Rahayu Saraswati (PDI Perjuangan, Gerindra, Hanura). Sementara, PSI, PKB dan PAN masih belum memutuskan apakah akan membentuk poros baru. Atau bergabung dengan tiga poros yang telah terbentuk tadi. (bam-jek-dib-you/asp/air)