Pilkada Tangsel: 28 Tokoh Daftar PSI

Putri Wapres terpilih KH Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah (kiri) mengembalikan formulir kepada panitia dari Partai Solidaritas Indonesia di Sekretariat DPD PSI Kota Tangsel, Kecamatan Ciputat, Sabtu (5/10).

TANGERANG – Penjaringan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel yang dilakukan DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) cukup menyita perhatian sejumlah politisi. Hingga, kemarin (6/10) sudah 28 tokoh mengambil formulir. Beberapa di antaranya adalah, Siti Nur Azizah, putri Wapres terpilih KH Ma’ruf Amin, Sabtu (5/10) lalu.

Dalam rilisnya, Azizah menyatakan pengembalian formulir sebagai bentuk keseriusan mengikuti penjaringan dari PSI dan kesesuaian visi dirinya untuk membangun Tangsel yang lebih maju. ”Saya berkomitmen untuk menjadi pemimpin inklusif dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat untuk mewujudkan Tangsel yang lebih maju dengan mengintegrasikan potensi-potensi yang ada,” ucapnya

Ketua Panitia Konvensi DPC PSI Tangsel, Bima Januri mengatakan dari 28 tokoh, delapan orang di antaranya sudah mengembalikan formulir. Selain Siti Nur Azizah, ada juga anak muda Fahd Pahdepie yang merupakan staf ahli Presiden Jokowi.

Ia menyatakan pembukaan pendaftaran sampai 20 Oktober mendatang. Dia berharap, sejumlah tokoh lainnya yang senafas dengan perjuangan PSI bisa mendaftar dan mengembalikan formulir.

Pantauan Radar Banten jelang Fahd Pahdepie mengembalikan berkas Sabtu (5/10) lalu, puluhan anak muda sempat membuat kehebohan di depan kantor DPD PSI Kota Tangsel.  Mereka dengan berjalan kaki, dan langsung menggelar ‘performance art’ di hadapan pengurus PSI yang sudah menunggu.

Seniman Edi Bonetsky langsung menggelar kanvas dan mulai melukis sambil menyanyi. Tak lama, penyair Bara Pattyradja membacakan puisi diiringi alunan gitar oleh Erfin Faz.

Sementara puluhan anak muda pemimpin komunitas seperti Hilmi Fabeta, Hisyam Diah dan lainnya berdiri melingkar. Tampak juga “jagoan” mereka, Fahd Pahdepie.

Dalam sambutannya, Fahd menyatakan keseriusannya maju pilkada. “DNA PSI adalah anak muda. Hari ini kami datang ke PSI untuk membunyikan pergerakan politik anak muda di Tangsel, dengan gaya khas anak muda. Anak muda siap bergerak,” tegas Fahd.

Saat menyerahkan berkas pendaftaran, Fahd menyerahkan sekuntum bunga mawar kepada ketua DPD PSI Tangsel Andreas Arie. “Politik itu harus asyik!” ujarnya.

Saat ditanya mengenai keseriusan maju Pilkada Tangsel ini, pria yang juga staf ahli di kantor Staf Kepresidenan ini mengatakan kedatangannya ke PSI membuktikan keseriusan mencalonkan diri.

“Tangsel ini mayoritas anak muda. Keterlibatan anak muda dalam politik Tangsel adalah keniscayaan. Saya bergerak dengan gagasan dan gaya anak muda,” pungkas Fahd. (you/asp)