Pilkada Tangsel: Calon Independen Butuh 71.143 KTP

TANGERANG – Perjuangan calon independen dalam Pilkada Kota Tangsel 2020 terbilang berat. Sebagai syarat administratif, bakal calon walikota dan wakilwali kota dari jalur independen harus mengumpulkan 71.143 dukungan berbentuk foto kopi kartu tanda penduduk (KTP).

Komisioner KPU Kota Tangsel Ajat Sudrajat menyatakan persyaratan 71.143 dukungan berupa KTP itu didapat berdasarkan dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 948.571 jiwa. Kalau dipersentasekan sekitar 7,5 persen. Itu sesuai Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

”Syarat dukungan pencalonan independen harus tersebar 50 persen dari total tujuh kecamatan. Jadi, minimal empat kecamatan harus mendapatkan dukungan,” jelasnya saat ditemui di KPU Tangsel, Kecamatan Serpong, Jumat (1/11).

Ia menambahkan calon independen harus menyertakan surat pernyataan yang dilampirkan dengan KTP dimulai pada 11 Desember 2019 sampai 5 Maret 2020. ”Setelah syarat dukungan diserahkan, kami akan melakukan verifikasi syarat dukungan. Jika ada kekurangan akan diminta untuk melakukan perbaikan. Setelah itu, kami baru umumkan lolos tidaknya menjadi calon independen,” terangnya.

Terpisah, bakal calon Walikota Tangsel yang akan mencoba jalur independen Suhendar menyatakan tengah mengumpulkan syarat dukungan pencalonan. ”Sejauh ini, sudah terkumpul sebanyak 30 ribuan dukungan,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (1/11).

Ia menambahkan, tak hanya menyiapkan jalur independen. Dirinya juga mendaftar melalui partai politik. ”Kami memang menyiapkan dua rencana untuk ikut pemilihan walikota karena saya serius untuk bisa menjadi Walikota Tangsel selanjutnya,” terangnya.

Suhendar menjelaskan Tangsel dengan segala potensinya, seharusnya bisa lebih baik dan merupakan hak masyarakat untuk mendapatkan pembangunan yang berkualitas. ”Kita bisa memperbaiki keadaan dalam konteks kehidupan bersama, sepanjang betul-betul menginginkannya,” jelasnya.

”Pilwalkot Tangsel 2020 adalah momentumnya, komitmen dan berintegritas untuk kepentingan bersama. Saya berkomitmen untuk mewujudkannya melalui Tangsel Baru yakni mewujudkan Tangsel yang berkebudayaan,berintegritas dan maju,” tambahnya.

Untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, dia telah menyebar nomor ponsel untuk dihubungi masyarakat. ”Saya ingin menunjukkan, tak ada jarak. Warga bisa langsung berinterkasi dengan saya langsung. Dan, konsep ini akan dibawa sampai menjadi walikota,” tandasnya. (you/asp)