Pinjaman Online Makin Masif, Masyarakat Diminta Fahami Manfaat dan Kerugiannya

SERANG – Pertumbuhan financial technology (fintech) lending atau pinjaman online semakin masif. Buktinya, dalam sebulan Satgas Waspada Investasi menghentikan 123 pinjaman online yang tidak memiliki izin dari Otortitas Jasa Keungan (OJK).

Sementara sejak 2018, sekitar 1.350 fintech lending ilegal yang sudah dihentikan. Saat ini perusahaan pinjaman online yang terdaftar di OJK sebanyak 127 perusahaan, terdiri dari atas 119 penyelenggara bisnis konvensional dan 8 penyelenggara bisnis syariah. 

Menyikapi maraknya pinjaman online, Satgas Waspada Investasi dan OJK mengimbau masyarakat agar memahami manfaat dan risiko pinjaman online. “Jangan sampai hanya pinjaman tanpa memahaminya terlebih dahulu,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Tobing, Jumat (6/9).

Beberapa hal yang harus dipahami antara lain pilih fintech resmi, suku bunga, catat jatuh tempo pembayaran, jangan membayar lewat dari jatuh tempo, dan jangan lupa mencatat jumlah pinjaman.

Ia meminta masyarakat yang mengakses fintech lending memanfaatkan dana untuk keperluan yang produktif, seperti modal usaha sehingga lebih bermanfaat karena ada perputaran uang. “Jangan sampai digunakan hal yang konsumtif dan tidak bermanfaat,” katanya.

Menurutnya, ketika meminjam, masyarakat juga harus tahu dari mana sumber dana untuk mengembalikan dana yang dipinjam. Ini tentu berkaitan dengan kemampuan bayar karena jangan sampai hanya pinjam, tetapi tidak mampu membayarnya. “Kemampuan bayar harus ada dan jangan meminjam untuk menutupi pinjaman,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat 127 perusahaan pinjaman yang terdaftar di OJK yang terdiri dari atas 119 penyelenggara bisnis konvensional dan 8 penyelenggara bisnis syariah.  “Jika ingin meminjam harus ke fintech yang terdaftar. Jangan mengakses pinjaman ilegal karena berbahaya,” katanya.

Hingga Juli 2019, akumulasi jumlah pinjaman sebesar Rp49,79 triliun dengan jumlah posisi hutang sebesar Rp8,73 triliun. Sementara itu, rekening pemberi pinjaman sebanyak 518.640 entitas dan penerima pinjaman 11.415.849 entitas. (skn/aas)