Pipa Gas Bocor di Dasar Laut, Satu Turbin PLTGU Mati

Personel Ditpolair Polda Banten memeriksa lokasi pipa gas milik CNOOC yang bocor di perairan Bojonegara, Kabupaten Serang, Senin (9/7). FOTO: DITPOLAIR FOR RADAR BANTEN

CILEGON – Pipa gas milik perusahaan China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) International Ltd mengalami kebocoran di perairan Bojonegara, Kabupaten Serang, Senin (9/7). Akibatnya, satu turbin pembangkit listrik milik perusahaan PT Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Cilegon mati.

Ditpolair Polda Banten Kombes Nunung Syaifuddin menjelaskan, kebocoran pipa gas kali pertama diketahui oleh warga yang sedang menyeberang dari Pulau Panjang ke Bojonegara pukul 09.10 WIB. Saat itu warga melihat semburan air di lokasi kejadian.

Mendapatkan laporan dari warga, Polair Polda Banten langsung berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Perusahaan Gas Negara (PGN), dan PT CNOOC. PT CNOOC merupakan perusahaan gas yang berlokasi di Papelokan, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Nunung menjelaskan, gas yang dialirkan oleh pipa tersebut untuk keperluan PT PLTGU  Cilegon di Bojonegara, Kabupaten Serang. Dengan peristiwa itu salah satu turbin PT PLGU  tidak bisa beroperasi karena tidak mendapatkan pasokan gas. “Pasokan gas mati karena untuk mengatasi kebocoran itu kita minta pipa yang di PT CNOOC dan yang di PT PLTGU dimatikan dulu,” ujarnya.

Menurut Nunung, semburan gas dari pipa yang ada di kedalaman 20 meter tersebut baru bisa diatasi pukul 13.45 WIB. Semburan berhasil dihentikan setelah pipa gas yang mengalami kebocoran itu berhasil ditutup oleh tim ahli dari PT CNOOC dan PT PLTGU Cilegon.

Tidak ada korban baik luka maupun jiwa. Hanya turbin milik PLTGU yang tidak bisa digunakan selama pipa bocor dan proses perbaikan dilakukan. “Kalau akibat turbin itu mati silakan tanyakan ke perusahaan, kita tidak memahami persoalan itu,” ujar Nunung.

PLTGU Cilegon, menurut Nunung, merupakan perusahaan yang memproduksi listrik dari uap. Listrik yang diproduksi bukan untuk konsumsi warga melainkan untuk industri.

Penyebab kebocoran pipa, Nunung mengaku belum bisa menjelaskan. Polair Polda Banten akan memeriksa sejumlah pihak termasuk kapal yang berada paling dekat dengan lokasi bocornya gas. “Kemungkinan keterkaitan kapal itu bisa saja, tapi kan kita gunakan asas praduga tak bersalah, jadi kita mintai keterangan dulu,” ujarnya.

Kepala KSOP Kelas I Banten Yefri Meidison mengimbau kepada perusahaan kapal untuk tidak melintas di dekat area kejadian. “Jangan mendekat tiga mil,” ujarnya di kantor KSOP Kelas I Banten.

Kapal dilarang melintas kurang dari tiga mil dari lokasi bocornya gas karena khawatir mengakibatkan kecelakaan laut. Kebocoran pipa itu berpotensi mengakibatkan kecelakaan laut karena gas yang keluar dari pipa itu bisa merusak komponen kapal yang bisa berakibat fatal.

Soal penyebab kebocoran gas, Yefri mengaku belum bisa memberikan keterangan karena belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak yang berwenang melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.

Sementara itu, Warga Desa Mekarsari, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Solihin mengatakan, semburan air mulai terjadi sekira pukul 09.00 WIB. Semburan mulai redam pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB. “Kaget, dikira ada apa, kedenger suara semburan tapi enggak keras, rumah saya kan di pinggir pantai,” katanya ditemui di Pantai Yuti, Desa Mekarsari.

Solihin mengatakan, semburan pertama kali mengeluarkan air berwarna cokelat kehitam-hitaman. Kemudian, setelah beberapa jam warna air berubah menjadi putih berbusa. “Tiba-tiba air nyembur ke atas saja, kapal-kapal juga pada ngehindar semua,” ujarnya.

Dikatakan Solihin, kejadian tersebut sempat membuat geger masyarakat. Banyak warga berbondong-bondong pergi ke pantai untuk melihat langsung kejadian tersebut. “Semuanya heran, ada apa di bawahnya itu. Saya sudah tinggal di pesisir pantai hampir 40 tahun, enggak pernah ngelihat ada pemasangan pipa gas di situ,” terangnya.

Warga lainnya Rina Sunarti asal Desa Margasari, Kecamatan Puloampel mengaku sempat mencium bau-bau menyengat beberapa menit setelah semburan air di tengah laut. “Baunya kayak karet dibakar, enggak lama sih, cuma beberapa menit saja,” ungkapnya.

TIDAK BERDAMPAK

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memastikan adanya kebocoran pipa gas itu tidak berdampak terhadap pemadaman listrik di wilayah tersebut. Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, listrik di wilayah tersebut tetap menyala karena dilakukan peralihan pasokan listrik dari pembangkit lain. “Jalurnya kan banyak, tidak ada pemadaman kok,” tegasnya, Senin (9/7).

Meski demikian kebocoran pipa gas berdampak terhadap turunnya gas ke PLTGU Cilegon. Akibatnya, beban kapasitas PLTGU Cilegon menurun dari 600 hingga 650 megawatt (MW) menjadi sekira 300 MW. Kebocoran pipa gas tersebut memang menyebabkan pasokan gas sebesar 50 MMSCFD untuk sementara dihentikan.

“PLTGU Cilegon kan dari CNOOC dan dari PGN. CNOOC kan bocor ditutup sehingga pembangkitnya turun beban suplai tetapi tidak padam karena ada suplai PLTGU lain,” imbuh Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN Supangkat Iwan Santoso. Pasokan listrik pun diarahkan ke pembangkit listrik lain seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar dan PLTU Labuan. (Bayu M-Rozak-JPG/RBG)