Pisah karena Istri Tidak Berikan Keturunan

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Pindah Keyakinan

Dewi (25) sangat kecewa dengan keputusan Juned (27) untuk pindah keyakinan. Juned murtad hanya gara-gara istrinya tidak bisa memberikan keturunan. Suami istri dengan nama samaran ini telah bercerai. Gugatan Dewi disetujui pengadilan agama akibat dua permasalahan itu.

Mencintai seseorang yang beda keyakinan memang berisiko tinggi. Hubungan seperti ini, meskipun sampai jenjang pernikahan, akan sulit dipertahankan.

Lalu, apa yang terjadi dengan pasangan Dewi dan Juned? Ceritanya, bermula ketika Juned jatuh cinta kepada Dewi saat kuliah di sebuah universitas swasta di Serang. Saat itu, Juned memang tidak Islam. Namun, rasa cintanya tidak menghentikan Juned untuk mengejar Dewi. Dalam benak Juned, agamanya disimpan di nomor dua, sedangkan cintanya kepada Dewi diposisikan di nomor wahid. Sementara, Dewi tetap menomorsatukan akidahnya. Cintanya kepada Juned di urutan kedua.

Perbedaan ini saja sudah membuat Dewi sering galau selama berpacaran dengan Juned. Dia ragu, apakah hubungannya dengan Juned bisa berlanjut ke jenjang pernikahan.

“Saat saya terima dia jadi pacar, itu karena main-main. Ketika Mas Juned jadi kelihatan serius, kadang saya sadar, dia kan beda agama, mana bisa saya menikah dengan pria beda keyakinan,” tutur Dewi.

Guna memperlihatkan keseriusannya, Juned menyatakan siap masuk Islam. Juned janji, akan melakukan itu jika Dewi menerima pinangannya. Dewi masih ragu.

“Saya sempat enggak enak. Masa ingin dengan saya, Mas Juned sampai harus keluar dari agamanya. Gimana nanti dengan orangtuanya, bisa-bisa mereka benci kepada saya,” jelas Dewi.

Namun, hati Dewi akhirnya menjadi mantap setelah mendapat pencerahan dari seorang temannya. Bahwa, seseorang akan mendapatkan pahala ketika membawa orang yang beda agama masuk Islam.

“Kata teman, tidak apa-apa jika Juned masuk Islam karena cinta dengan saya, apalagi kalau cinta yang membuatnya masuk Islam. Sah-sah saja,” ujar Dewi.

Dengan alasan itu, orangtua Dewi membuka jalan bagi anaknya menuju panggung pernikahan dengan Juned. Sikap orangtua Juned juga tidak seperti yang dipikirkan Dewi. Mantan mertua Dewi itu ternyata tidak keberatan dengan keputusan anaknya.

“Kalau orangtua Mas Juned memberikan kebebasan. Mau anaknya beragama apa pun, silakan saja,” tutur Dewi.

Pernikahan Dewi dan Juned dipersiapkan. Juned memenuhi janjinya beberapa hari sebelum pernikahan di kantor urusan agama (KUA). Dia membaca dua kalimat syahadat untuk masuk Islam.

Pernikahan mereka berlangsung meriah. Keluarga kedua mempelai menyambut dengan baik pernikahan Dewi dan Juned.

2. Tak Bisa Punya Keturunan

Tiga bulan pertama, pasangan ini tinggal di rumah orangtua Dewi. Saat itu, Dewi membimbing Juned tentang cara salat, mengaji, dan melaksanakan sunah-sunah Rasulullah.

Orangtua Dewi terlihat senang, terlebih ketika Juned membawa Dewi menempati rumah impian mereka. Meskipun harus mencicil, Dewi dan Juned bangga memiliki rumah sendiri.

Dua tahun berlalu, keyakinan Juned mulai terkikis. Ia galau karena Dewi tidak pernah memperlihatkan tanda-tanda kehamilan. Juned juga mulai jenuh dengan pertanyaan orangtuanya tentang keinginan bisa menggendong cucu.

Persoalan itu membuat keharmonisan rumah tangga Dewi dan Juned terganggu. Mereka sering bertengkar karena ego masing-masing. Dewi dan Juned jadi saling tuding sebagai pihak yang mandul. Pemicunya, Juned enggan memeriksakan kesuburannya.

“Kata Mas Juned, periksa ke dokter berarti dirinya mengakui tidak jantan, padahal bukan itu letak persoalannya,” kata Dewi.

November 2011, Dewi dikagetkan dengan pernyataan Juned ingin kembali memeluk agama lamanya. Alasan Juned murtad, gara-gara Dewi tidak bisa memberikannya keturunan.

“Dia mengaku, ingin berdoa kepada Tuhannya yang dulu, agar kami cepat bisa punya anak,” terangnya.

Emosi Dewi campur aduk. Dia marah dan hatinya tercabik-cabik. Dewi tidak terima dengan keputusan dan alasan Juned. Karenanya, dia memilih pisah ranjang. Untuk makan pun, Dewi tidak mau satu meja dengan Juned.

Kondisi ini bertahan selama satu minggu. Juned mengusir istrinya. Dewi tidak meratap agar Juned menarik ucapannya. Wanita itu langsung mengemasi barang-barangnya dan pulang ke rumah orangtuanya.

Keesokan harinya, Dewi mendatangi pengadilan agama untuk melayangkan gugatan cerai. Pihak pengadilan tidak membutuhkan waktu lama untuk mengambil keputusan.

“Pengadilan agama mengerti alasan mengapa saya ingin cerai. Hanya beberapa minggu saja, pengadilan agama menyetujui gugatan saya,” kata Dewi. (RB/quy/don)