Penjual buah di trotoar ditegur Satpol PP, Jumat (23/3).

CILEGON – Trotoar semestinya berfungsi untuk para pejalan kaki. Namun, pedagang kaki lima (PKL) justru banyak berjualan di atas trotoar di sepanjang jalan protokol. Meski sudah sering mendapat peringatan dari Satpol PP, mereka tidak mengindahkan.

Pantauan Radar Banten, Jumat (23/3), puluhan petugas Satpol PP kembali menyisir para PKL yang masih berjualan di atas trotoar. Mulai dari pedagang makanan, buah-buahan, hingga minuman, semua ditertibkan demi kenyamanan para pejalan kaki.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Sofan Maksudi mengatakan, para PKL sudah jelas melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2003 tentang Pengendalian PKL. “Ini kan tidak sesuai dengan peruntukannya, jadi kami hanya bisa sebatas menertibkan saja. Kalaupun untuk menindak, itu nanti perlu dilakukan pengkajian juga,” katanya setelah melakukan penertiban PKL.

Mantan sekmat Cilegon itu mengaku kesal karena adanya PKL yang berjualan di trotoar. Padahal, hal tersebut sudah jelas beberapa kali dilakukan penertiban, tetapi masih saja berjualan trotoar. “Kalau dibilang kesal mah kesal saya juga, tapi mau bagaimana lagi,” katanya.

Lantaran memang terus membandel dan kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP, Sofat memastikan, pihaknya akan melakukan pengkajian dengan pimpinan Satpol PP untuk dilakukan penindakan tegas. “Nanti kita akan kaji dulu dengan pimpinan, kan tidak sembarangan kita melakukan tindakan ini. Semuanya kan ada aturannya,” ucapnya.

Sofan mengungkapkan, selain penertiban PKL, pihaknya juga melakukan pengawasan wilayah yang ada di Kota Cilegon terutama pada salon-salon yang diduga tidak berizin. “Bahwa ada masyarakat yang melaporkan bahwa salah satu salon belum memperpanjang izinnya. Namun, ketika kami ke sana ternyata izin itu sudah ada,” katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Perundang-undangan Satpol PP Kota Cilegon Chairul Hasan menambahkan pihaknya diperintahkan untuk melakukan pengawasan kepada para PKL yang ada di jalan protokol. “Setelah kami lakukan teguran maka kami akan lakukan penindakan,” katanya.

Sementara ini, pengawasan yang dilakukan hanya untuk jalan protokol. Ke depan pihaknya akan melakukan penertiban di Merak dan arah Ciwandan. “Aspek yang kita tertibkan saat ini sih khusus untuk PKL dan salon. Kita juga melakukan pengawasan kepada toko-toko dan yang lainnya,” katanya.

Seorang pedagang buah bernama Maksum mengaku bingung harus berjualan di mana lagi. “Kalau memang ditertibkan, saya enggak tahu jualan di mana lagi. Tapi kalau tidak sampai menyentuh trotoar, itu saya usahakan. Kan ada jarak tuh sedikit, nanti saya mundurin,” katanya sambil membereskan buah-buhanan yang berjatuhan. (mg02/ibm/dwi/RBG)