CILEGON – Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon Asro Mulyono mengungkapkan, proses penjaringan bakal calon Walikota Cilegon yang dilakukan partainya menjadi jawaban atas evaluasi koalisi yang telah dilakukan partainya saat mengusung Tb Iman Ariyadi sebagai calon Walikota Cilegon pada tahun 2010 silam, hingga akhirnya terpilih dan menang. “Selain memang ketentuannya (penjaringan-red) sudah seperti itu, maka penjaringan ini juga adalah evaluasi dari koalisi. Karena kita membuka kesempatan bagi pihak lain (selain Tb Iman Ariyadi-red) yang akan maju sebagai calon walikota,” ujarnya usai menutup penjaringan bakal calon Walikota di kantor DPD PKS Cilegon, Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon, Kamis (19/2/2015) sore.
Terkait dengan sikap kritis fraksinya di parlemen terhadap sejumlah kebijakan eksekutif, ia menilainya merupakan sebuah hal yang wajar dan bagian dari dinamika politik yang berkembang. Ia mengatakan, kendati berada dalam satu koalisi namun pemerintahan yang berjalan sejauh ini menurutnya masih menyisakan persoalan yang belum sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat. “Karena memang tidak ada orang yang sempurna, dan tidak 100 persen kebijakan itu dikatakan berhasil. Karena ada yang berhasil dan ada yang tidak. Dan kita punya ukurannya sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Cilegon Ahmad Hujaeni mengatakan sejarah koalisi dengan PKS menjadi pertimbangan partai berlambang pohon beringin itu mengusung Tb Iman Ariyadi mengikuti penjaringan yang dihelat DPD PKS Cilegon. “Salah satu tugas partai politik itu kan kita harus berkomunikasi dengan partai lain. PKS sudah satu jalan dengan kita saat mencalonkan Pak Iman (Tb Iman Ariyadi-red), ini tidak boleh dilupakan, karena kita tetap bersatu,” ujarnya. (Devi Krisna)