Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Banten Ricuh

0
507 views

CILEGON – Saksi tim pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten nomor urut satu dan dua bersitegang dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi, Penetapan, dan Pengumuman Hasil Penghitungan Suara Tingkat Provinsi Banten Dalam Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2017 di Hotel The Royale Krakatau Cilegon, Minggu (26/2).

Kedua saksi tersebut terlibat adu mulut saat proses rekapitulasi suara untuk wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang. Puncaknya, pada rekapitulasi suara Kabupaten Serang sehingga rapat pleno ricuh.

Kericuhan dimulai saat salah satu saksi dari pasangan Cagub dan Cawagub Banten Rano Karno dan Embay Mulya Syarief, Badrul Munir menyinggung soal kasus politik uang di Kabupaten Lebak yang saat ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian.

“Itu harus jadi perhatian, karena berkaitan dengan pasangan calon,” ujar Badrul Munir dalam forum.

Komentar Badrul Munir tersebut langsung disambut oleh saksi Paslon Cagub dan Cawagub Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, Bahrul Ulum. “Ini bukan saatnya membahas itu, saya harap pimpinan untuk bisa membatasi saksi yang berbicara di luar konteks rapat ini,” katanya.

Dalam kesempatan ini, debat antara dua saksi berhasil dihentikan oleh pimpinan rapat pleno, sehingga debat tidak berlangsung lama.

Debat kembali terjadi dan memuncak ketika proses rekapitulasi suara Kabupaten Serang. Saksi Paslon nomor urut dua kembali menyinggung kasus politik uang, kali ini yang terjadi di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

“Kami rasa harus clear dulu, dalam hal politik uang, jika terbukti melakukan, pasangan calon akan mendapatkan saksi pembatalan calon, maka hal-hal yang menyangkut status calon, harus dipertegas sekarang,” ujar Donny Tri Istiqomah, saksi lain dari Paslon nomor dua.

Donny mengancam pihaknya tidak akan menerima keputusan rapat hari ini jika tidak dilakukan Pemungutan Suara Ulang di Kabupaten Serang. “Dalam paket tersebut ada player resmi dengan ukuran resmi dari pasangan calon nomor urut satu, kami menduga kuat pelanggaran ini dilakukan secara terstruktur dan massif,” katanya.

Mendengan pernyataan tersebut, saksi paslon nomor satu nampak naik pitam, Media Warman mengatakan, sebaik persoalan tersebut tidak dibahas dan menunggu proses hukum berjalan.

“Saya aneh yang menyetujui di kabupaten Serang lembaga nomor dua tapi sekarang tidak, mana konsekuennya? Jangan lah bicarakan di luar konteks, hari ini penghitungan rekapitulasi, jangan bicara yang diluar,” katanya.

Bahrul Ulum, menambahkan, jika saksi paslon nomor dua tidak mau mendandatangani, dirinya menanyakan kedewasaan berdemokrasi saksi paslon nomor urut dua karena yang di kabupaten kota sudah mau tanda tangan. “Dasar hukumnya apa yang digunakan,” katanya.

Perdebatan yang berhasil menarik perhatian seluruh peserta rapat pleno dan berlangsung kurang lebih selama 15 menit tersebut akhirnya berhasil diakhiri dengan keluarnya keputusan Ketua Banwaslu Banten Pramono U Tantowi.

“Barkan kerja temen-teman KPU dan panwas Kabupaten Serang selesai dulu, jangan dulu kita bicarakan pada saat ini. Dugaan pelanggaran itu ada, namun apakah itu terbukti secara sistematis dan terstruktur kita tunggu hasil Gakumdu, kita junjung tinggi asas praduga tak bersalah, oleh karena itu kita lanjutkan saja penghitungan ini,” ujarnya.

Setelah keluarnya pernyataan tersebut, pimpinan rapat yang dipimpin oleh Komisioner KPU Banten Syaeful Bahri pun langsung mengesahkan hasil rekapitulasi suara di Kabupaten Serang dan menunda rapat untuk istirahat dan makan siang. (Bayu)