PLN Gelontorkan Dana Rp88 Miliar untuk Program Lisdes

0
1.333 views
General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Banten, Syofvi Roekman.

SERANG – PT PLN (Persero) Distribusi Banten tahun 2017 ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp88 miliar untuk program listrik pedesaan (Lisdes) tahap pertama.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan ‘Sosialisasi Kebijakan Subsidi Listrik Tepat Sasaran Bagi Rumah Tangga Tidak Mampu Daya 900 VA dan Mekanisme Pengaduan’, di auditorium Bappeda Banten, Kamis (26/1).

General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Banten, Syofvi Roekman mengatakan, saat ini PLN dalam program Lisdes prinsipnya hanya menyediakan infrastruktur untuk jaringan menengah dan rendah. PLN tidak memberikan hibah listrik gratis.

“Pada tahun 2016 kemarin, PLN mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur Rp66 miliar. Sedangkan tahun 2017 ini, kami mengalokasikan hampir Rp88 miliar,” ujarnya.

“Anggaran tersebut berasal dari PLN pusat, pada prinsipnya sama dengan tahun yang lalu yaitu diperuntukan membangun jaringan,” lanjutnya.

Tahun 2017 ini pihaknya lebih fokus membangun jaringan listrik di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. “Pembangunan infrastruktur jaringan listrik tersebut berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K),” katanya.

“Artinya pembangunan infrastruktur jaringan listrik yang dilakukan oleh PLN berdasarkan data dari TNP2K. Karena TNP2K memiliki standar penilaian untuk menentukan warga yang berhak mendapatkan subsidi atau tidak,” tegasnya.

Pihaknya menilai, saat ini Provinsi Banten memiliki lumbung energi, maka sangat memprihatinkan jika warga Banten tidak bisa menikmati energi tersebut. Salah satunya adalah energi listrik. “Dalam kegiatan ini kami meminta kepada camat se-Banten untuk mengusulkan warganya yang berhak mendapatkan subsidi. Setiap tahun program listrik pedesaan ini terus meningkat, karena keberadaan kami di PLN untuk menyediakan 100 persen aliran listrik se-Banten,” katanya.

Ia menambahkan, selain bantuan program Lisdes ditentukan oleh TNP2K, pihaknya juga melakukan survey ke lokasi. Sehingga, program tersebut bisa tepat sasaran dan berguna bagi warga yang membutuhkan.

“Soal masih adanya pedesaan yang belum teraliri listrik, disebabkan lokasi yang relatif jauh. Sehingga, proses pembangunan jaringan listriknya membutuhkan waktu,” tambahnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang terhimpun oleh PT PLN (Persero) Distribusi Banten, Program Lisdes 2017 tahap I akan menyasar 37 desa di Kabupaten Tangerang, 17 desa di Kabupaten Serang, 54 desa di Kabupaten Pandeglang dan 105 desa di Kabupaten Lebak.

Adapun untuk pembangunan Lisdes di empat kabupaten tersebut, PT PLN (Persero) Distribusi Banten mengalokasikan anggaran Rp87.904.061.313, yang diperuntukan pembangunan gardu distribusi sebanyak 233 buah dengan 11.650 kVA, jaringan tengahan menengah 42 kms, jaringan tegangan rendah 425 kms dan rumah tangga tepat sasaran. (Wirda)