PLN Gunakan Sepeda Motor Listrik

0
705 views
General Manager PLN UID Banten Doddy Pangaribuan menjajal motor listrik,pekan lalu

SERANG – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten mendorong penggunaan sepeda motor listrik bagi masyarakat. Saat ini motor listrik di Banten baru digunakan oleh karyawan PLN dan kendaraan operasional PT Haleyora Power.

General Manager PLN UID Banten Doddy Pangaribuan mengatakan, PT Haleyora Power sebagai vendor pelayanan teknik sudah menggunakan 20 unit sebagai kendaraan operasional dan secara bertahap akan ditambah. “Masyarakat juga tidak perlu ragu untuk menggunakan motor listrik ini,” kata Doddy, Selasa (7/1).

Menurutnya, PLN UID Banten tidak menyediakan atau menjual motor listrik. Bagi masyarakat yang berminat tinggal menghubungi dealer motor listrik terdekat seperti VIAR, Gesits, Zero, dan lainnya. “Untuk harganya bervariasi mulai Rp15 juta hingga Rp200 jutaan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, PLN mendorong penggunaan kendaraan listrik baik motor maupun mobil. Ini dalam rangka kampanye penekanan polusi udara dan energi bersih yang lebih ramah lingkungan. “Dorongan ini berupa kegiatan kerja sama riset dengan lembaga riset, penyediaan SPKLU atau stasiun pengisian Kendaraan Listrik Umum, diskon pasang baru, tambah daya bagi konsumen yang memiliki mobil dan motor listrik, konvoi kendaraan listrik, dan lainnya,” katanya.

Menurutnya, PLN mendukung implementasi kendaraan listrik dengan alasan lingkungan dan kepraktisan. Tidak berpolusi dan bisa di charge kapan saja termasuk di rumah.

“Jadi konsumen tidak perlu repot keluar rumah untuk mengisi bahan bakar seperti selama ini dilakukan,” katanya.

Ia menambahkan, sementara untuk mobil listrik yang kendaraan umum digunakan oleh bluebird, menyusul grabcar, dan bus listrik bandara maupun transjakarta. Beberapa unit juga dimiliki secara personal dan institusi penelitian seperti perguruan tinggi, dan lainnya. “Perkiraan sekitar 1.000 moblis yang sudah ada,” katanya.

Ia berharap, dengan kendaraan listrik dapat menurunkan polusi dan mendukung mobilitas masyarakat khususnya masyarakat di perkotaan. “Ini sekaligus mendorong electrifying lifestyle yang menjadi salah satu indikator masyarakat modern dan negara maju yang peduli lingkungan,” harapnya. (skn/aas)