Plt Gubernur: Di Banten Industri Banyak, Pengangguranya juga Banyak

0
234
Nata Irawan

SERANG – Plt Gubernur Banten Nata Irawan merasa aneh dengan kondisi pengangguran di Banten yang terdapat banyak industri. Semestinya, di daerah industri itu pengangguran sedikit.

“Banten kota industri. Idealnya bilamana perusahaan banyak, maka pengangguran berkurang. Tapi ini malah sebaliknya. Perusahaan banyak, pengangguran juga banyak. Jadi harus ada regulasi yang mengaturnya,” ungkap Nata usai membuka Banten Job Fair 2016 yang digelar di halaman Masjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Kamis (3/11). Job fair ini akan berlangsung hingga Sabtu (5/11).

Dirjen Bina Desa Kemendagri ini menilai,  salah satu faktor masih banyaknya pengangguran di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten, karena rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan.

“Beberapa faktor yang mempengaruhi angka pengangguran di antaranya pendidikan formal yang belum mampu menjawab pangsa pasar, rendahnya SDM, dan lemahnya regulasi yang ada. Saat ini di Provinsi Banten mayoritas pendidikan formal masih SLTA ke bawah,” katanya.

Realita yang ada, lanjutnya, saat ini 60 persen pendidikan perangkat desa adalah SLTA. Namun tidak dipungkiri ada beberapa yang S3. “Pendidikan dan kesehatan itu  menjadi satu kesatuan maka kalau pendidikan tidak baik maka kesehatan juga tidak baik,” jelasnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten Alhamidi mengatakan, saat ini jumlah pengangguran di Banten tercatat 452 ribu orang dan menempati urutan ketiga secara nasional.  Jumlah tersebut lebih baik dibanding tahun sebelumnya. (Wirda)