BURIRAM, Thailand – Plt Gubernur Banten H Rano Karno menyatakan kegembiraanya soal hasil memuaskan yang diperoleh Gita Surosowan Banten (GSB) pada Thailand WOrld Music Championship 2014 di i-Stadium, Buriram, Thailand. Pada babak preeliminasi, tim juri sudah menyatakan bahwa GBS berhak mendapat tiket untuk mengikuti pertandingan Drum Corps International (DCI) yang akan akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Juli 2015.

“Saya gembira sekali atas kerja keras Gita Surosowan yang kembali berada di kelas dunia. Nah, namun hal ini tetap meninggalkan pertanyaan, tiket sudah didapat, mau kita pakai apa tidak?” katanya kepada Krisna Widi Aria dari radarbanten.com di Buriram, Sabtu (6/12).

Dilema Rano Karno memang beralasan karena biaya yang terhitung besar merupakan hal yang paling menjadi pertimbangan. Belum lagi, kata Rano, soal bagaimana meyakinkan semua pihak bahwa mengikuti kompetisi marching band tingkat dunia itu bisa membawa sesuatu yang bermanfaat untuk Banten dan juga Indonesia.

“Untuk level Indonesia, Gita Surosowan sudah diakui. Tingkat Asia juga sudah diakui. Nah tingkat internasional memang juga sudah diakui tahun kemarin di Belanda. Nah, sekarang dunia juga mengakui Gita Suoroswan dengan memberi tiket DCI di Amerika Serikat,” kata Rano.

Rano paham bahwa pandangan sebagian pihak yang mempertanyakan biaya besar untuk Gita surosowan, dengan hasil yang didapat oleh Banten. Rano memang meng-iya-kan bahwa secara finasial, Banten dan Indonesia tidak mendapatkan keuntungan secara langsung. “Tapi ini persoalan pengakuan bangsa lain, nama Banten dan Indonesia yang menurut saya, tidak ternilai harganya,” jelas Rano.

Tanpa bermaksud untuk pesimistis, Rano mengaku akan segera mencari formulasi yang tepat agar bisa bijak mensikapi tiket ke Amerika Serikat. “Saya sudah bicara dengan Pak Opar (Kadispora Banten) dan Kepala Biro Umum agar setelah pulang dari Thailand, kita semua bisa mendiskusikan hal ini,” kata Rano.

Untuk soal pembiayaan saja misalnya, Rano berencana untuk berbicara dengan pemerintah pusat. Karena menurut Rano, Gita Surosowan Banten merupakan satu-satunya marching band dari Indonesia yang bisa ikut kompetisi di Amerika itu. “Selain itu mungkin juga lewat CSR dan mulai berdiskusi dengan pihak-pihak sponsor,” kata Rano.

Namun di luar itu semua, Rano berharap seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan khususnya Banten bisa ikut berbangga dengan prestasi yang diraih Gita Surosowan. “Personelnya yang merupakan anak-anak Banten berusia belasan tahun itu, sudah menunjukkan yang terbaik untuk Banten dan juga Indonesia,” katanya.****