Plt Kepsek dan Mantan Bendahara Berselisih Soal Dana BOS

ilustrasi (foto: Istimewa)

TANGERANG – Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 6 Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Agus Soni Sobari dilaporkan ke Diskrimsus Polda Banten, Rabu (24/7) lalu. Ia dilaporkan oleh mantan bendaharanya Haprilia Yeni melalui LBH Situmeang, karena dianggap menyalahi aturan dalam pencairan dana bantuan operasional sekolah daerah (Bosda).

“Kami hanya tinggal menunggu proses dari kepolisian. Setelah ada (tindak lanjut-red), baru kami akan mengambil tindakan,” kata Anri Saputra Situmeang, Direktur Eksekutif LBH Situmeang, Minggu (28/7).

Anri mengungkapkan, ada tiga poin dalam laporan tersebut. Diantaranya dugaan penyalahgunaan wewenang, yakni Agus mengganti bendahara definitif dengan bendahara yang baru tanpa ada persetujuan dinas terkait. Agus juga diduga menyalahgunakan kewenangannya untuk mencairkan dana Bosda sebesar Rp13.595.985 bersama bendahara pengganti yang ditunjuknya, yakni Hafidz Solihat. Agus juga diduga mencairkan dana BOS Nasional sebesar Rp50.800.000 melalui rekening SMPN 1 Sindang Jaya.

“Saya merasa ada yang janggal dalam proses pencairan dana tersebut. Jika itu kelalaian murni, kenapa salah transfer hanya terjadi pada SMPN 6 Pasar Kemis dan SMPN 1 Sindang Jaya,” bebernya.

Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Fahrudin mengaku, belum menerima laporan soal kisruh tersebut. “Kalau hanya dengar-dengar saja kami sudah tahu. Tetapi secara formal belum ada surat dari kedua belah pihak terkait hal tersebut,” katanya.

Fahrudin mengaku sudah menemui masing-masing dua belah pihak untuk mencari tahu akar dari permasalahannya. ”Kalau untuk dipertemukan langsung dua belah pihak memang belum. Karena dua-duanya punya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan,” tukasnya.

Menjawab tudingan itu, Agus menilai pelaporan tersebut tidak didasari fakta. ”Itu fitnah, karena tidak didasari dengan data. Jika memang dipanggil polisi, bahkan sampai persidangan saya siap dengan data yang saya miliki,” katanya, Minggu (28/7).

Agus mengaku sudah mendapat persetujuan dari Dindik terkait pergantian bendahara. ”Bendahara bernama Bu Yeni memang diganti karena ada masalah terkait buku kas umum penggunaan dana bos. Sebagai orang yang bertugas mencatat penggunaan dana Bosda, dia tidak bisa menunjukkannya. Makanya saya konsultasi dengan Dindik untuk pergantian bendahara dan disetujui,” terangnya.

Soal tudingan pencairan dana Bosda ke SMPN 1 Sindang Jaya, Agus mengaku memang ada kesalahan transfer. ”Itu saya ketahui setelah saya usut ke manajemen Bosda di Kabupaten Tangerang. Katanya ada salah input nomor rekening dari provinsi. Kan yang menerima dana Bosdanya banyak,” tutur Agus.

Intinya, lanjut Agus, dirinya siap menghadapi semua tuduhan dari mantan bendaharanya. Semua akan dihadapi dengan data dan bukti.

“Sekitar Selasa (23/7), Saya juga sudah ke Polres untuk di-BAP. Kalau sekarang ke Polda, ya siap saja, karena bisa buktikan dengan data,” tegasnya. (mg-04/asp/sub)