Hari Keluarga Nasional di Kota Cilegon.

CILEGON – Kasus perceraian di Kota Cilegon meningkat. Belum habis tahun 2016, sudah ada 607 kasus perceraian. Padahal pada 2015 lalu hanya 629 kasus. Ironinya, perceraian didominasi pegawai negeri sipil (PNS).

Hal itu diungkapkan Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi. “Sejak 2010, saya sudah banyak sekali menandatangani kasus (izin) perceraian PNS di meja saya. Makanya kalau bisa BKD saja yang menandatangani (izin) perceraian para PNS,” ujar Iman seusai menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional tingkat kota Cilegon tahun 2016, yang berlangsung dihalaman rumah dinas walikota Cilegon, Selasa (23/8/2016).

Selain masalah perceraian, Iman juga menyinggung masalah kekerasan yang terjadi pada anak. Menurutnya, perceraian menjadi penyebab utama terjadinya kekerasan terhadap anak.

“Masih belum cukup dengan tren perceraian yang spektakuler, data dari Pusat Pelayanan dan Perlindungan Keluarga Cilegon (P3KC) terjadi 30 kasus kekerasan psikis terhadap anak, yang sudah terungkap sejak Januari sampai Agustus ini. Saya meminta kepada pihak P3KC untuk mengkros-cek data ini baik-baik karena saya yakin masih ada kekerasan psikis lainnya terhadap anak yang belum terungkap. Mengingat salah satu penyebab utama terjadinya kekerasan terhadap anak adalah perceraian,” katanya.

Untuk itu, Iman mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyukseskan program 30 menit bersama anak. Program ini, menurut Iman, bertujuan untuk meningkatkan kualitas keharmonisan keluarga.

“Walaupun saya mengetahui dalam kesehariannya hadirin dan undangan sekalian sangatlah sibuk, saya meminta luangkanlah waktu 30 menit bersama anak. Justru dari waktu yang sebentar itulah, akan ditentukan kualitas keharmonisan dari sebuah keluarga, sekaligus ditentukan kualitas dari putra-putri kita,” ungkapnya. (Riko)