Pohon Berumur Ratusan Tahun Timpa Rumah Warga di Labuan

Pohon Tumbang
Sejumlah warga Labuan memotong pohon asam yang tumbang menimpa rumah warga, Sabtu (23/1/2016). (Foto: Herman)

LABUAN – Pohon asam berumur ratusan tahun yang berada di sekitar ruas Jalan Caringin-Mandalawangi, tepatnya di Kampung Caringin Elor, RT 14 RW 04, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Sabtu (23/1/2016) dini hari, tumbang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun, tiga rumah milik warga setempat rusak berat dan lima tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Labuan roboh. Kerugian akibat itu diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Ditemui di depan rumahnya, Mahmud, korban rumah rusak menceritakan, kejadian tumbangnya pohon asam terjadi sekira sebelum salat Subuh tiba. “Saat kejadian saya masih tidur bersama keluarga, namun terdengar suara ledakan dari tiang listrik kemudian lampu padam. Ternyata listrik padam disebabkan satu pohon kamal (asam-red) menimpa bagian depan rumah saya. Lalu terbangun, dan mengajak seluruh anggota keluarga keluar rumah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya kepada Harian Radar Banten, Sabtu (23/1/2016).

Kata Mahmud, kerusakan atap rumahnya selain tertimpa pohon kamal, juga tertimpa satu tiang listrik yang ambruk. “Selain rumah yang saya huni, kerusakan rumah akibat pohon tumbang juga terjadi pada dua rumah warga lainnya. Yakni rumah Kasmah dan Iyah. Itu terjadi akibat tertimpa kabel listrik,” ujarnya.

Mahmud mengatakan, kecewa dengan sikap Pemkab Pandeglang. Karena tidak pernah melakukan perawatan pohon. “Saya kira ini sepenuhnya kesalahan Pemkab. Karena belum pernah ada pengawasan pohon, khususnya pohon-pohon tua dan rapuh. Akibatnya, seperti ini karena tidak ditebang, pohon ini (asam-red) pun tumbang hingga merusak rumah,” katanya.

Dihubungi Harian Radar Banten melalui telepon seluler, Kepala PLN Rayon Labuan menerangkan, akibat pohon tumbang di Kampung Caringin Elor lima tiang listrik milik PLN Rayon Labuan rusak parah. “Saat ini (Sabtu-red) petugas PLN langsung memperbaiki tiang tersebut, agar aktivitas warga normal,” katanya tanpa menyebutkan nilai kerugian.

Dihubungi melalui telepon seluler, Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Pandeglang Ade Surahman mengatakan, terkait penanganan dan perawatan pohon memang di Kabupaten Pandeglang dilematis. “Terkait perawatan pohon di ruas jalan bukan kewenangan kami. Tetapi saya lihat, tak ada satu dinas pun yang konsentrasi melakukan perawatan. Entah masuk sebagai kewenangan DCPKPK (Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan) atau entah kewenangan DBMSDA (Dinas Bina Marga Sumber Daya Air). Sebab, setiap ada musibah yang selalu turun ke lapangan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah),” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DBMSDA Kabupaten Pandeglang Sarif Hidayat dan Kepala DCPKPK Kabupaten Pandeglang Anwari Husniara belum bisa dimintai keterangan. Beberapa kali dihubungi ponselnya dalam keadaan tidak aktif. (RB/mg-05/zis/ags)