Pohon Tumbang di Pendopo Bupati Serang Batal Dieksekusi

0
599 views
SEMIBONSAI: Pohon ambon raksasa yang tumbang di depan halaman Pendopo Bupati masih terbengkalai. Rencananya, pohon ini dilestarikan Pemkab dengan sistem semibonsai bekerja sama dengan BALHI Kota Serang. FOTO: NIZAR S/RADAR BANTEN.

SERANG – Pohon tumbang berukuran jumbo di depan halaman Pendopo Bupati Serang batal dieksekusi sesuai rencana, yakni April. Karena bernilai sejarah, harus ada pengkajian dulu secara ilmiah sebelum pohon dieksekusi.

Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan dan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang Asep Herdiana menyatakan, pohon tidak akan dieksekusi untuk dilestarikan sebelum ada pengkajian terlebih dahulu. “Nanti pohon akan ditinjau Puslitbang (Pusat Penelitian dan Pengembangan) Kehutanan, akan dikaji dulu,” ungkap Asep kepada Radar Banten saat ditemui di aula Tb Suwandi Pemkab Serang, Jumat (10/3).

Katanya, setelah kajian, sekitar pohon akan dilakukan penataan taman. “Tadinya, kita kan bertindak secara empiris saja melalui pemerhati lingkungan. Ternyata ada yang melarang. Soalnya, pohon dianggap punya historis,” terangnya.

Kata Asep, pihaknya juga tengah merivisi anggaran untuk pengkajian pohon tumbang. Semula anggaran tersedia Rp200 jutaan untuk perencanaan, pengawasan, dan pelaksanaan pelestarian pohon tumbang. “Untuk pengkajian kita akan anggarkan sekitar Rp200 juta. Karena ada tunas tumbuh, harus ada kajian secara ilmiah. Tahun ini, insya Allah bisa dikerjakan,” tegasnya.

Sebelumnya, upaya pelestarian pohon oleh Pemkab dikerjasamakan dengan Yayasan Banten Antisipator Lingkungan Hidup Indonesia (BALHI) di wilayah Kepandean, Kota Serang. Kebetulan pengurus yayasan merupakan pegiat bonsai. Dalam rencana pelestarian tersebut, termasuk Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) dan sejumlah arsitek pertamanan. Awalnya, pohon diusulkan pelestariannya dengan sistem semibonsai.

Kata Pembina BALHI Tb Edi Janawijaya, pihaknya menemukan potensi tunas yang akan hidup pada pohon tumbang berdasarkan hasil kajian. Tunas kemungkinan akan tumbuh satu batang meski pada batang lain juga hidup. “Ini berkaitan dengan kandungan ambium pada batang itu. Untuk melestarikan pohon berukuran jumbo ini, kami akan menggunakan sistem semibonsai,” ungkapnya.

Berdasarkan kajian BALHI, ditemukan satu tunas pohon yang tumbuh pada batang pohon ambon sehingga diyakini pohon dapat bertahan hidup dan cocok untuk dilestarikan. “Nanti kita tanam di pot, kira-kira dalam jangka waktu 15 tahun sudah tumbuh sepuluh hingga 15 meter,” pungkasnya. (Nizar S/Radar Banten)