Pohon Tumbang di Pendopo Bupati Serang Terbengkalai

0
607 views
SEMIBONSAI: Pohon ambon raksasa yang tumbang di depan halaman Pendopo Bupati masih terbengkalai. Rencananya, pohon ini dilestarikan Pemkab dengan sistem semibonsai bekerja sama dengan BALHI Kota Serang. FOTO: NIZAR S/RADAR BANTEN.

SERANG – Pohon tumbang di depan halaman Pendopo Bupati Serang sampai saat ini masih terbengkelai. Pemkab belum bisa melestarikan pohon lantaran terkendala anggaran.

Bupati Ratu Tatu Chasanah menyatakan, proses pelestarian pohon pelaksanaannya diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Tatu tidak menampik, jika upaya pelestarian pohon oleh Pemkab sedikit lamban. “Nanti di LH (menyebut DLH), ada yang ngerti. Ini agak lambat karena anggarannya, tahu sendiri lah anggaran pemda,” ujar Tatu yang dikonfirmasi usai mengikuti paripurna di halaman Gedung DPRD Kabupaten Serang, Jumat (17/2).

Meski demikian, Tatu akan mengupayakan untuk pelestarian pohon segera dikerjakan oleh DLH. Tatu mengaku, tidak ingin sejarah pohon hilang begitu saja. Politikus Partai Golkar tersebut ingin mengambil bagian sejarah pohon bisa disimpan di gedung Pandopo. Sehingga, sejarah pohon bisa dikenang sampai anak cucu kelak. “Biar orang tahu, kalau di situ pernah ada pohon sejarah. Oh ini. Dari lingkaran pohon bisa dilihat tahunnya, oh periode bupati ini. Bisa disimpan untuk sejarah,” terangnya.

Sebelumnya, untuk pelestarian pohon tumbang sudah dianggarkan Pemkab sebesar Rp200 juta. Seiring ada perubahan organisasi pemerintah daerah (OPD) baru, upaya pelestarian pohon yang dinilai bersejarah untuk diubah bentuk sculpture atau mebel belum terdengar kabarnya lagi.

Kepala Bidang (Kabid) Persampahan dan Pertamanan pada DLH Kabupaten Serang Asep Herdiana mengatakan, ada dua alternatif yang ditawarkan untuk mengubah pohon yang dinilai bersejarah tersebut. Pohon dijadikan sculpture atau diberdirikan lagi, satu alternatif lagi dibuat semacam mebel. “Kita nunggu arahan,” ujarnya.

Meski demikian, diungkapkan Asep, pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk pelestarian pohon tumbang tersebut. “Anggaran sudah kita sediakan, sekira Rp200 jutaan,” ungkapnya.

Katanya, pohon sudah ditinjau arsitek dari Tangerang Selatan (Tangsel) untuk mengukur besaran pohon. Arsitek yang punya konsep apakah dibikin ukiran atau sculpture yang rencananya disimpan di pendopo baru atau di tempat yang dipilih. “Yang jelas, pohon akan dimanfaatkan karena punya nilai sejarah,” terangnya. (Nizar S/Radar Banten)