Polda Banten Gandeng Kemenag Atasi Penyebaran Covid-19

0
1435
Kepala Kanwil Kemenag Banten Bazari Syam menyambut kunjungan silaturahmi Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho ke Kanwil Kemenag Banten, Kamis (18/2).

SERANG – Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho bersilaturahmi ke Kanwil Kemenag Banten, Kamis (18/2). Silaturahmi ini dalam rangka komunikasi dan koordinasi antara Polda Banten dengan Kanwil Kemenag Banten  dan bentuk dari pola kemitraan.

“Polda Banten punya dai Bhabinkamtibmas. Sementara dari Kanwil Kemenag punya ulama kampung, penyuluh agama, dan guru madrasah yang jumlahnya ribuan. Kalau bisa dikomunikasikan dan dikoordinasikan antara Polda dan Kemenag akan lebih kuat lagi untuk penanganan Covid-19. Karena sosialisasi itu harus sampai ke bawah,” ungkap Kapolda.

Mengantisipasi tanggal 27 Rajab (peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW) yang kemungkinan akan banyak kerumunan, Kapolda berharap ada penyuluhan dai Bhabinkamtibmas yang dibantu oleh penyuluh agama, termasuk guru madrasah dan ulama di kampung-kampung tentang sosialisasi larangan kerumunan sehingga pembatasan kegiatan di tempat ibadah dapat terlaksana.

“Nantinya penyebaran  Covid-19 di wilayah Banten akan menurun  dan semua wilayah di Banten menjadi zona hijau,” ungkapnya.

Polda selalu mengimbau masyarakat untuk tidak menimbulkan kerumunan. “Jadi kami minta dari Kepala Kanwil Kemenag Banten bagaimana solusinya supaya masyarakat paham akan bahaya kerumunan yang akan menimbulkan peningkatan  jumlah warga yang terpapar  Covid,” kata Kapolda,

Kepala Kanwil Kemenag Banten Bazari Syam menyatakan akan menyatupadukan program antara Polda Banten dan Kanwil Kemenag Banten untuk mengatasi persoalan sosial dalam penerapan protokol kesehatan. “Karena itu kami akan melibatkan seluruh penyuluh agama dan kekuatan Kemenag dari seluruh komponen untuk membantu program kepolisian,” kata Bazari.

Dia menyebutkan, terdapat lebih dari 1.700 penyuluh agama, terdiri dari penyuluh muslim dan non muslim. “Belum termasuk guru guru madrasah yang akan kami ajak bersama sama untuk bisa mengemas bahasa yang baik dalam mengedukasi masyarakat supaya sadar akan menjaga kesehatan,” ungkapnya.

Bazari memastikan, instruksi kepada penyuluh agama akan segera dikeluarkan karena ini persoalan serius untuk kepentingan umat. (aas)