Polda Banten Janji Segera Atasi Kelangka Tanda Nomor Kendaraan Bermotor

SERANG – Persoalan langkanya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) belum menemui titik terang penyelesaian. Namun demikian pihak Polda Banten menjanjikan penyelesaian TNKB akan ramapung pada tahun 2016 mendatang.

“Akan diselesaikan tahun ini didrop dari Mabes Polri. Ada sekitar 40.000 TNKB kita akan selesaikan tinggal menunggu saja,” ujar Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Rudi Antariksa kepada wartawan, Rabu (30/12/015).

Rudi menjelaskan, persoalan langkanya TNKB ini lantaran proses MoU di tingkat Mabes Polri brmasalah. Gugatan PT Mitra Alumindo Selaras (PT MAS) yang meminta dihentikannya tender pengadaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tahun anggaran 2015, dikabulkan Mejelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta Pusat. Akibatnya, pengadaan plat nomor kendaraan molor.”Secara hukum sudah diselesaikan,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebab terjadinya keterlambatan ini karena Kakorlantas Polri selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) menunjuk Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) untuk melaksaksanan lelang e-Katalog Pengadaan Materiil TNKB Korlantas Polri Tahun Anggaran 2015.

Selanjutkan Ketua LKPP menunjuk Kelompok Kerja E-Katalog Kelompok XXII, Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kepolisian, Pertanian (Pokja Katalog). Pokja Katalog kemudian mengumumkan lelang melalui website https://lpse.lkpp.go.id pada tanggal 1 April 2015 lalu.

Pada 15 April 2015 ada tiga perserta yang meng-upload Dokumen Penawaran masing masing PT Mitra Alumindo Selaras Rp 321.191.670.150, PT Starmas Inti Aluminium Industry Rp 337.373.977.081 dan PT Indoaluminium Intikarsa Industri Rp 376.260.847.660.

Pokja Katalog lalu melakukan evaluasi terhadap PT Mitra Alumindo Selaras lalu menuangkannya dalam Berita Acara Kualifikasi yang menyatakan semua dokumen, fasilitas dan kapasitas PT Mitra telah sesuai dengan persyaratan kualifikasi yang dipersyaratkan dan dinyatakan ke dalam suatu berita acara.

Namun dalam Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) Nomor: 16/KAT/TNKB/05/2015 tertanggal 21 Mei 2015 Pokja Katalog membatalkan PT MAS sebagai pemenang tender pengadaan TNKB Korlantas itu, lantas mengganti dan meralatnya dengan menetapkan PT Starmas Inti Alumunium Industry sebagai pemenang lelang Pengadaan Materiil TNKB Korlantas, padahal selisih harga yang ditawarkan PT MAS lebih rendah Rp 16 miliar dibandingkan harga yang ditawarkan PT SIAI.

Tak terima kemenangannya dalam tender pengadaan TNKB Korlantas Itu dibatalkan begitu saja, PT MAS langsung melayangkan gugatannya ke PTUN yang isinya meminta pihak tergugat, yakni LKPP, Pokja E-Katalgog dan Korlantas Polri untuk membatalkan lelang tender pengadaan TNKB tersebut.
(Wahyudin)