Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir saat akan memusnahkan barang bukti sabu di halaman Mapolda Banten, Senin (15/4).

SERANG – Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten memusnahkan barang bukti kejahatan narkoba berupa sabu-sabu seberat 2 kilogram yang diamankan dari lima tersangka jaringan pengedar narkoba di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.

Kelima tersangka itu, Dillah alias Jordan alias Fajar (32), warga Desa Sidamukti, Kecamatan Baros, Budi Iskandar (28), Asep (39), dan Ules (28), warga Desa Tejamari, Kecamatan Baros, serta Yeni Chaerani (50), warga Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon,

Pemusnahan barang bukti yang diamankan dari tersangka bandar dan kurir narkoba yang ditangkap pada Maret 2019, dipimpin Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir di halaman Mapolda Banten, Senin (15/4/2019). Turut memusnahkan Danrem 064 Maulana Yusuf Kolonel Inf Windiyatno, Kajati Banten H Hadiyastuti, Direktur Resnarkoba Kombes Pol Yohanes Hernowo serta tokoh agama Abuya Muhtadi.

Barang bukti dimusnahkan dengan cara dihancurkan atau dilarutkan menggunakan campuran air garam lalu dihancurkan memakai alat blender.

Kapolda menjelaskan pengungkapan kasus peredaran sabu ini bermula dari tertangkapnya tersangka Hasanudin dan Asep Sanusi pada 25 Februari lalu. Dari kedua tersangka ini diperoleh informasi adanya pasokan sabu-sabu dalam jumlah besar yang dikendalikan tersangka Dillah dan Budi.

“Dari informasi ini dan setelah mendapatkan yang cukup, tim anti narkotika yang dipimpin Wadirresnarkoba langsung melakukan penangkapan. Tersangka Dillah berhasil ditangkap di daerah Warung Gunung, Kabupaten Lebak dan Budi ditangkap di daerah Kecamatan Baros dan keduanya langsung diamankan ke Mapolda Banten,” ungkap Kapolda.

Dalam pemeriksaan, kedua tersangka mengakui sebagai barang bukti sabu berada di tangan tersangka Budi. Berbekal dari pengakuan tersebut, keduanya menunjukkan tempat tinggalnya di Baros. Tak susah payah, petugas Ditresnarkoba berhasil menangkap tersangka Ules dengan barang bukti 2 kilogram sabu.

“Tersangka Dillah sudah melakukan transaksi sabu sejak tahun 2014 hingga 2018 dari dalam Lapas Tangerang. Setelah bebas dari penjara, tersangka kembali menjalankan bisnis haramnya dengan alasan untuk mendapatkan keuntungan,” terang Kapolda.

Hasil dari bisnis narkoba ini, lanjut Kapolda, tersangka Dillah membelanjakan keuntungannya dengan membeli sejumlah barang bergerak maupun tidak bergerak. Antara lain sebidang tanah seluas sekitar 2000 m2, 2 peternakan ayam, rumah kontrakan 2 lantai dan 6 pintu, 3 unit motor berbagai merek, 3 unit mobil berbagai merk, 30 tabung gas elpiji 5,5 kg, uang tunai Rp200 juta serta 4 unit handphone.

“Seluruh barang dan uang tunai hasil kejahatan sudah kami sita untuk dijadikan barang bukti,” kata jenderal bintang dua ini. (Fahmi Sai)