Pemusnahan sabu

SERANG – Satuan Reserse Narkoba Polda Banten memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 97 gram dari tangan tersangka inisial ZA (35) dan HB (42). Dari keduanya pihak Polda berhasil mengamankan sabu yang ditaksir seharga Rp300 juta.

Pemusnahan dilakukan dengan mencampur sabu dengan cairan garam dan diaduk menggunakan alat blender. Pemusnahan dilakukan oleh Tim Dokes Polda Banten. Pemusnahan disaksikan oleh jajaran Sat Narkoba Polda Banten, Badan Narkotika Nasional (BNN) Banten, Kejaksaan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Wakil Direktur Satuan Narkoba Polda Banten AKBP Dani Kustoni menjelaskan bahwa pemusnahan ini merupakan hasil dari Operasi Antik yang mengamankan dua tersangka ZA dan HB. “Hari ini laksanakan pemusnahan hasil dari Operasi Antik yang ita laksanakan pada tahun 2015,” ujar AKBP Dani Kustoni di ruang kerjanya, Senin (11/1/2016).

Pemusnahan ini, lanjut Wadir dilakukan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Yang kita musnahkan 97 gram, sisanya untuk barang bukti di pengadilan,” ujarnya.

Pemusnahan ini lebih lanjut, supaya barang bukti tidak beredar dan disalahgunakan. “Supadari tempat yg semestinya. Tidak dislaahgunakan kembali, sisihkan ke Pengadilan.”

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Banten berhasil meringkus bandar narkoba jenis sabu di dua wilayah. Keduanya adalah ZA (35) warga Serang, dan seorang residivis inisial HB (42) warga asli Cianjur, Jawa Barat. Kedua bandar sabu ini dibekuk pihak kepolisian di tempat terpisah.

Awal penangkapan keduanya ketika pada Kamis 12 November 2015, pukul 20.00 WIB petugas dari Ditres Narkoba Polda Banten menggelar Operasi Antik 2015. Petugas berhasil membekuk ZA di Jalan Pertigaan Kampung Ambon, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Dari tangan ZA petugas mengamankan barang bukti sabu seberat 6,73 gram yang disimpan di dalam dashboard mobil Toyota Yaris Nomor Polisi B 1986 NVD. Keterangan tersangka ZA, sabu tersebut didapatkan dari seorang bandar berinisial HB.

Setelah manangkap ZA, polisi melakukan pengembangan. Pada pukul 21.00 Wib, tersangka ZA kemudian menelepon bandar sabu inisial HB (42), warga Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat untuk mendapatkan sabu.

Tanpa curiga, HB meminta ZA untuk mengambil sabu di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Kawasan Lippo Karawaci, Tangerang. Saat akan memberikan sabu seberat 102,57 gram itulah HB dicokok petugas.(Wahyudin)