RILIS: Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir (tengah) memaparkan rilis kepada awak media terkait kasus sepanjang 2018 di gedung serbaguna Mapolda Banten, Sabtu (31/12/2018). Foto: Adi Mulyadi/Radar Banten

SERANG – Sepanjang 2018 tercatat sebanyak 87 personel Polda Banten dituduh telah melakukan pelanggaran. Sepuluh orang telah resmi dipecat dari kepolisian lantaran terbukti melakukan pelanggaran disiplin.

“Dalam rangka pembinaan dan penindakan terhadap anggota terjadi peningkatan. Tahun 2018 ini ada sepuluh oknum anggota yang dikenakan hukuman PDTH (pemberhentian dengan tidak hormat) karena desersi,” kata Kapolda Banten Inspektur Jendral (Irjen) Tomsi Tohir saat jumpa pers di aula serbaguna Mapolda Banten, Senin (31/12/2018).

Pemecatan terhadap sepuluh orang personel kepolisian itu lantaran disersi atau tidak bertugas selama 30 hari tanpa alasan jelas. Perinciannya, dua orang bertugas di Polda Banten, dua orang di Polres Pandeglang, dan enam di Polresta Tangerang.

“Mereka yang dijatuhkan hukuman PDTH karena desersi tidak masuk kerja selama 30 hari atau lebih secara beturut-turut tanpa ada keterangan yang jelas,” tegas Tomsi dalam rilis akhir tahun 2018.

Sementara, 77 personel lainnya masih dalam pemeriksaan. Di antaranya, 28 personel dituduh melanggar displin, 35 personel dituduh melanggar kode etik, dan 14 personel dituduh melakukan pelanggaran pidana. “Tersebar di Polda Banten 35 orang, Polresta Tangerang lima orang, Polres Serang Kota 11 orang, Polres Serang Kabupaten satu orang, Polres Cilegon 15 orang, Polres Lebak delapan orang, dan Polres Pandeglang dua orang,” jelas Tomsi. (Adi Mulyadi)