Polda Banten Periksa 4 Orang Terduga Penyebar Hoax Gempa

Kombes Pol Abdul Karim

SERANG – Kasus penyebaran berita atau informasi hoax soal gempa susulan 7,5 skala richter, saat ini sudah masuk tahap penyidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten.

Polda Banten terus menelusuri penyebar informasi hoax soal gempa dan tsunami yang mencatut nama BMKG Klas I Serang. Empat orang berinisial F, S, D FM dan BAK yang diduga menyebarkan info hoax melalui media Instagram dan WhatsApp, telah menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian.

“Saat ini statusnya masih saksi. Prosesnya sudah ke tahap penyidikan,” kata Direktur Reskrimsus Polda Banten Kombes Pol Abdul Karim, usai peresmian gedung pelayanan Polda Banten, Rabu (31/1).

Informasi berupa surat imbauan dari BMKG tentang gelombang tinggi, digubah oleh orang yang tidak bertanggung jawab menjadi berita palsu terkait gempa susulan yang terjadi Selasa (23/1).

“Pelaku merubah tulisan berisi potensi tsunami, dilampiri surat BMKG mengenai ketinggian gelombang. Saat ini kami masih terus mendalami motivasi pelaku untuk menyebarkan berita hoax tersebut” pungkasnya.

Sebelumnya sempat diberitakan, beredarnya surat yang meresahkan masyarakat dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Serang yang menyebut akan terjadi gempa susulan 7.5 skala richter antara pukul 22.30-23.59 WIB di wilayah Provinsi Banten dan berpotensi tsunami adalah hoax atau berita palsu.

Hal ini dilayangkan press release BMKG Klas I Serang Nomor: UM.505/074/TNG/1/2018 yang menyatakan bahwa berita itu tidak benar, dan BMKG tidak pernah membuat berita tersebut. Berita itu hanya isu dan membohongi masyarakat, karena isu tidak mempunyai dasar ilmiah yang jelas. (Anton Sutompul/Anton Sutompul1504@gmail.com)