Polda Banten Tanam Ribuan Pohon

0
533 views

SERANG – Kepolisian Daerah (Polda) Banten menanam pohon di Lahan
Satuan Brimob Polda Banten, Jalan Sepang Cimoyan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Jumat (10/1) pagi.

Penanaman pohon tersebut dilakukan untuk menjaga menjaga keseimbangan
alam menyusul terjadinya bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Banten.

Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Agung Sabar Santoso mengatakan ada ribuan pohon beragam jenis yang ditanam. Penamanan pohon tersebut melibatkan unsur pimpinan dari forum komunikasi pimpinan daerah (forkominda) Banten dengan melibatkan
puluhan personel TNI Polri. “Ada ribuan yang kita tanam. Jenisnya banyak ada durian, mahoni dan yang lainnya,” kata Agung didampingi Waka Polda Banten Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Tomex Korniawan.

Penaman pohon tersebut merupakan program Polri. Seluruh Polda se-Indonesia melakukan penanaman secara serentak. “Penanaman pohon tersebut merupakan program Polri dalam rangka peduli terhadap lingkungan,” kata pria kelahiran Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan tersebut.

Jenderal polisi bintang dua tersebut berharap pohon yang ditanam tumbuh besar dan jadi lumbung air serta bisa menahan terjadinya longsor. Dia mengimbau kepada masyarkat untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan penambangan liar atau tindakan lain yang merusak lingkungan.

Di lain tempat, penanaman pohon juga dilakukan di Mapolres Serang, Jumat
(10/1) pagi. Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan, penanam
pohon tersebut merupakan kebijakan Kapolri dalam rangka dukungan
terhadap penghijauan lingkungan. “Kegiatan ini dilakukan secara
nasional oleh jajaran kepolisian di seluruh Indonesia,” kata Indra.

Gerakan penanaman pohon merupakan bukti kecintaan dan kepedulian Polri terhadap bumi.Keberadaan pohon memiliki peranan penting sebagai penyangga kehidupan dan sekaligus menyediakan kebutuhan pangan dan sumber energi serta penghasil oksigen. “Penanaman pohon memiliki banyak manfaat seperti menambah produksi oksigen, mengurangi CO2 dan polutan lainnya serta menjadi sumber pangan,” kata Indra.

Saat ini hutan telah banyak mengalami kerusakan akibat penebangan pohon secara liar yang mengakibatkan hutan menjadi gundul sehingga menimbulkan bencana yang merugikan masyarakat banyak seperti yang terjadi baru-baru ini di wilayah Kabupaten Serang dan Lebak. Pada musim kemarau pun, masyarakat juga kesulitan mendapatkan air bersih.

“Sebagai yang telah diwariskan nenek moyang kita, melalui gerakan penanaman pohon, mari hijaukan kembali bumi nusantara yang kita cintai ini demi masa depan anak cucu kita,” tutur Indra. (Fahmi Sai)