Polda Banten Tangkap Kapal Bermuatan 400 Ribu Liter BBM Ilegal

CILEGON – Jajaran Polda Banten berhasil membongkar praktek kegiatan pelayaran dan pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium yang tanpa dilengkapi dengan perizinan dan dokumen yang sah. Hal itu terungkap atas tertangkapnya satu unit Kapal MT Elektra jenis tangker di Jetty Pelindo II Cabang Banten, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang dengan muatan BBM jenis Premium sebanyak lebih kurang 400 KL (400.000 Liter).

Kapolda Banten, Brigjen Pol Ahmad Dofiri saat menggelar ekspose penangkapan yang berlangsung diatas kapal MT Elektra, Senin (29/8/2016) mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengetahui sumber barang dan muara barang.

“Tersangkanya satu Nahkoda kapal MT Elektra yaitu Bahctiar Malaguna (28), warga Kab Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kemudian pemilik BBM yakni A Steven Rantung (35) warga Kecamatan Koja, Jakarta Utara serta Udi Nurdin (43), warga Kec Ilir Timur II, Kota Palembang,” ujarnya.

Lebih lanjut Dofiri mengatakan BBM tersebut didapat kapat MT Elektra dari kapal tangker yang diperoleh dari tengah laut pulau jawa dengan cara membeli sisa dari muatan kapal tangker. Total barang bukti yang diamankan yakni satu unit kapal MT Elektra jenis tangker berikut muatan BBMnya, kemudian satu bundel dokumen kapal, satu lembar laporan hasil uji lab dari PT Pertamina Gerem, Merak, dan buku catatan keluar masuk barang muatan.

“Para pelaku terancam dengan hukuman, pasal 323 ayat 1 UU RI no 17 tahun 2008 tentang pelayaran dengan ancaman pidana paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp600 juta.

Kemudian pasal 53 huruf b uu ri no 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi tentang kegiatan pengangkutan BBM tanpa izin usaha pengangkutan dengan ancaman pidana paling lama 4 tahun dan denda RP. 40 Milyar. Lalu, pasal 53 huruf d UU RI No 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi tentang kegiatan niaga tanpa bbm tanpa izin usaha niaga dengan ancaman pidana paling lama 3 tahun Rp 30 Milyar. Dan terakhir pasal 55 KUHP,” katanya. (Riko)