Polda Banten Tetapkan 3 Tersangka Mafia Tanah, Satu Tersangka ASN

0
1339
Direktur Reskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny (pegang mikrofon) saat menjelaskan kasus mafia tanah di Mapolda Banten, Jumat (19/2)


SERANG – Sebanyak 3 orang ditetapkan sebagai tersangka kasus mafia tanah di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. Ketiganya ditetapkan tersangka atas kasus pemalsuan dokumen akta jual beli atau (AJB) seluas 2.676 meter persegi.

Ketiga tersangka tersebut yakni JS (46) yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Pabuaran. JS diketahui sebagai pegawai staf. Sedangkan dua tersangka lain berinsial SD (49) dan LJ (61). “SD ini merupakan pemberi blangko AJB sekaligus pembeli dan LJ yang mengaku sebagai ahli waris,” kata Direktur Reskrimum Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Martir Sonny, Jumat (19/2).

Dijelaskan Martri, ketiganya merupakan tersangka pemalsuan AJB Nomor: 231/2019 tanggal 11 Februari 2019 atas tanah seluas 2.676 meter persegi blok 001di Desa Sindangheula. Terungkapnya kasus tersebut bermula dari laporan Apipah (53) warga Kampung Kramat Palempatan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Curug, Kota Serang pada 17 Juli 2020 lalu.

“Korban merasa tidak merasa menjual dan menandatangi surat atau dokumen apapun, atas peralihan tanah apalagi AJB nomor :231/2019 tanggal 11 Februari 2019,” kata Martri didampingi Kasubdit II Harda Ditreskrimum Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dedy Darmawansyah.(Fahmi Sa’i)