Polda Banten Usut Kasus Dugaan Pungli di KSOP Merak

0
714 views
Pelabuhan Merak.

SERANG – Polda Banten memastikan akan terus mengusut operasi tangkap tangan kasus pungutan liar yang dilakukan pegawai Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merak,  Kota Cilegon, beberapa waktu lalu.

Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan,  dalam waktu dekat proses penyelidikan Polda Banten akan ditingkatkan ke tahap penyidikan. “Kita sudah dapatkan barang bukti dan pengakuan (pelaku). Sebentar lagi akan kita tingkatkan, yang pasti kita berusaha melengkapi alat buktinya, sehingga prosesnya lanjut,” ujar Sigit di Mapolda Banten,  Jumat (16/12).

Tidak dilakukannya penahanan terhadap empat onum pegawai KSOP,  Sigit menuturkan, karena pelaku selama proses penyelidikan kooperatif.

“Dia melanggar, tapi kalau yang bersangkutan menyulitkan kita, kemungkinan akan melarikan diri, mengulangi tindak pidana lagi, menghilangkan barang bukti maka akan kita tahan,” jelasnya.

Pada Jumat (09/12), Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten yang dipimpin AKBP Dani Arianto mengamankan empat pegawai Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merak, yang tertangkap tangan melakukan pungutan liar (pungli).

Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin menjelaskan, keempat oknum tertangkap pada operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pungli. Pelaku dan barang bukti yaitu  Heru Wahjono (marine inspektor) dengan barang bukti Rp1.500.000, Rozepha Kusuma (penganalisa tarif jasa kepelabuhan) barang bukti Rp2.850.000, Awaludin (petugas keselamatan pelayaran)  barang bukti Rp8.385.400, dan Hardi Sugianto (marine inspektor) barang bukti Rp500.000.

Pasal yang diterapkan pada keempat oknum tersebut Pasal 368 KUHP Jo  pasal 12 (e) UU Nomor 20 Tahun 2001 jo UU 31 Tahun 1999 tentang Tipikor. (Bayu)