Polda Musnahkan 20 Ribu Botol Miras

0
2946

SERANG- Sebanyak 20.043 botol minuman keras (miras) dan 27 jirigen miras jenis ciu dilindas menggunakan alat berat, Rabu (5/5). Puluhan ribu botol miras itu hasil operasi penyakit masyarakat (Pekat) tahun 2020 dan Cipkon jelang Ramadan oleh Polda Banten dan jajaran.

Wakapolda Banten Brigjen Pol Ery Nursatiri mengatakan, Polda Banten menyita 4.440 botol pada 2020, dan 5.940 botol pada 2021. Sementara 324 botol miras disita oleh Polres Pandeglang, 2.052 botol miras sitaan Polres Lebak, 1.296 botol miras dan 19 jirigen miras jenis ciu sitaan Polres Serang, 1.500 botol miras, 1.560 botol miras dan 8 jirigen ciu  sitaan Polres Serang Kota, dan 2.931 botol miras sitaan Polresta Tangerang.

“Pemusnahan barang bukti hasil operasi pekat Polda Banten dan Polres jajaran tahun 2020, 2021. Pemusnahan ini dalam rangka menciptakan stabilitas Kamtibmas di Provinsi Banten,” katanya di Mapolda Banten.

Kata Ery, peredaran miras di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten merupakan dampak negatif modernisasi di tengah masyarakat.

“Tidak hanya penyalahgunaan narkoba, obat-obatan, tapi juga minuman keras, khususnya di kalangan remaja dan apabila dibiarkan dampaknya akan menjadi bencana,” ujarnya.

Ery menegaskan miras menjadi salah satu pemicu terjadinya tindak kejahatan. Untuk itu pihaknya menindak tegas peredaran miras di wilayah hukum Polda Banten.

“Penyalahgunaan miras saat ini menjadi permasalahan yang cukup berkembang dan menunjukan kecenderungan yang meningkat, yang akibatnya dirasakan dalam bentuk kenakalan, perkelahian, perbuatan asusila, premanisme dan tindak pidana lainnya, bahkan korban jiwa,” tegasnya.

Dikatakan Ery, selain menyita barang bukti, pihaknya juga telah menetapkan satu orang tersangka berinisial WH warga Kampung Pondok Cikurus, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.

“Kami juga mengajak kepada komponen masyarakat berperan aktif dalam pencegahan miras ilegal dan oplosan dengan cara melaporkan apabila melihat atau menemukan peredaran miras ilegal dan oplosan kepada kepolisian,” tambahnya.

Sementara itu, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten A.M Romly mengatakan, peredaran miras ilegal dan oplosan selain merusak kesehatan,  juga berdampak buruk pada berbagai sendi kehidupan.

“Sudah seharusnya aparat yang berwenang dan pemerintah daerah melakukan pengawasan dan kemudian menertibkannya,” katanya. (rbnn/nda)