Polda Panen Ikan Satu Ton

0
563 views
Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar (tengah) bersama PJU Polda banten melakukan panen ikan di kolam Taman Love, Mapolda Banten, Kota Serang, Jumat (17/7).

SERANG – Polda Banten melaksanakan panen raya 1 ton hasil budidaya sendiri di kolam taman Love Mapolda Banten, Jumat (17/7). Hasil panen itu dibagikan kepada warga terdampak Covid 19 di Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar mengatakan, untuk menjaga ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19, kepolisian sudah melakukan berbagai langkah, seperti melakukan budidaya ikan, penanaman sayur mayur dan lain sebagainya.

“Jajaran Polda Banten untuk kesekian kalinya, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk bakti sosial untuk membantu meringankan beban masyarakat, terutama yang terdampak Covid-19. Hari ini kita melakukan panen raya ikan nila, ikan patin dan ikan lele untuk dibagikan kepada masyarakat yang perlu dibantu,” katanya kepada Banten Raya (Radarbantengroup) usai panen raya.

Menurut Fiandar, ikan yang dibagikan kepada masyarakat adalah hasil budidaya sendiri. Ikan tersebut sengaja dibudidayakan untuk kepentingan masyarakat pada masa-masa sulit.

“Ini merupakan hasil infak anggota, hasil kolam kita, dan juga sumbangsih Pajero Club,” ujarnya.

Fiandar menjelaskan, kegiatan panen raya dan bhakti sosial  bagian dari rasa kepedulian seluruh anggota Polda Banten kepada masyarakat dan implementasi arahan Kapolri Jenderal Idham Azis.

“Ya, Kapolri dan Presiden RI menekankan kepada seluruh Kementerian lembaga untuk membantu ketahanan pangan masyarakat yang sedang terdampak Covid-19, jadi mohon doa restunya supaya jajaran Polda Banten kedepannya bisa terus membantu masyarakat,” jelasnya.

Fiandar juga mengimbau agar warga mampu menahan diri dalam situasi pandemi Covid-19 ini dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas.

“Jangan melanggar hukum, walaupun lagi susah. Tahan mental, jangan lakukan hal negatif, jangan sampai menimbulkan gangguan Kamtibmas, tetap berdoa agar segala kesulitan ini bisa segera hilang atau berakhir,” himbaunya.

Sementara itu penerima bantuan, warga Lingkungan Tegal Asem, Kelurahan Banjar Agung, Cipocok Jaya, Marsonah mengaku pandemi Covid-19 telah membuat usaha penjualan nasi uduk dan bubur merosot.

“Sebelum corona uduk tujuh liter dan bubur empat liter abis. Sejak korona uduk tiga liter dan bubur dua liter enggak abis. Sehari cuma dapet Rp42 ribu itu juga keliling di Kelapa Gading sama KSB. Buat modal aja enggak ketutup,” katanya.

Marsonah mengaku dirinya dan beberapa warga lain belum tersentuh bantuan dari pemerintah. “Di sini (kampung Lingkungan Tegal Asem-red) mah belum ada, walau satu kelurahan,” keluhnya. (rbnn/nda).