SERANG – Polres Serang Kota berhasil mengamankan 6 pelaku penyerangan yang terjadi di Jalan Lingkar Kemang, Panancangan, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Sabtu (17/3) yang menewaskan Rizky Hadi Kusuma (16), Pelajar SMK YKTB 3 Bogor.

 

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan, ke 6 pelaku ini berinisial, AJ alias Jebing, AG, AR, RH alias Toyan, RH dan BD. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, sangat identik yang mengarah kepada 6 pelaku. Kata dia, disinyalir ada beberapa orang lagi yang masih dalam pengejaran utnuk dijadikan sebagai pelaku utama terhadap kasus pengeroyokan.

 

“Motif utama tawuran ini, dimana ada kelompok luar yang dianggap memasuki wilayah tanpa sepengetahuan yang punya wilayah. Tanpa diundang. Itu bahasa-bahasa mereka, bahwa ini terjadi ada kelompok dari luar yang dengan berbondong-bondong masuk ke Kota Serang,” kata dia saat Press Relaese Kasus Pengeroyokan, di Mapolres Serang Kota, Minggu (25/3).

 

Dari proses penyelidikan, ia berhasil menangkap AJ di Jakarta, Jumat (22/3). Dari pelaku tersebut, polisi melakukan pengembangan dengan menangkap 3 tersangka lainnya. Yakni AG, AR dan RH alias Jebing, di Ciruas dan Baros, Kabupaten Serang. Sedangkan  2 pelaku lainnya RH dan BD berhasil ditangkap di Ciruas, Kabupaten Serang dan Persada Serang, Minggu (25/3) pukul 14;20 WIB. Semunya sebanyak 6 pelaku utama yang berhasil diringkus Polres Serang Kota.

 

“Kejadian berawal dari kedatangan sebanyak 48 Pelajar SMK YKTB 3 Bogor ke wilayah Kota Serang. Kedatangan mereka dianggap sebuah serangan oleh sekelompok komunitas yang menamakan diri, All Best 55. Kelompok tersebut mengikuti perjalanan dari rombongan pelajar SMK di Bogor yang berada di Kota Serang. Terjadi penganiayaan ataupun pengeroyokan. Menyebabkan salah satu pelajar meninggal dunia,” paparnya.

 

Ia juga sedang melakukan pemeriksaan pengembangan terhadap 3 orang lainnya. Sambungnya, salah satu yang diduga pelaku langsung diantar oleh keluarganya. “Setelah kami umumkan nama yang terlibat. SE diantarkan oleh keluarga. Kami lihat dari pembicaraan di grup All Best 55, SE ini dianggap sebagai panglima atau paling senior. Saat ini masih kami dalami,” tuturnya.

 

Para pelaku dijerat pasal 170 ayat 3 KUHP Tentang Pengeroyokan dan dikenai hukuman 12 tahun penjara. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com