Polisi Amankan Lima Warga Pendemo Anak Perusahaan PT Mayora

0
567 views

SERANG – Polda Banten mengamankan lima orang warga Desa Cadasari, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang dan warga Baros, Kabupaten Serang, yang melakukan unjuk rasa di PT Tirta Fresindo Jaya, anak perusahaan PT Mayora Group di Kampung Gayam, Desa Cadasari, Kabupaten Pandeglang kemarin, Senin (6/2).

Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap kelima warga tersebut. Saat ditanya penetapan status warga yang diperiksa, menurut Sigit baru dua orang yang mengarah pada status tersangka.

“Yang lain masih kita periksa, akan ditwtapkan hanya sebagai saksi atau seperti apa kita lihat nanti setelah pemeriksaan,” ujarnya kepada sejumlah awak media saat meninjau Pondok Pesantren An Nawawi yang akan dikunjungi oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian malam ini, Selasa (7/2).

Sementara ini, selain pemeriksaan, Polda pun menurur Sigit melakukan pengamanan pada lokasi perusahaan. Selain itu Polda Banten pun meminta agar kegiatan perusahaan dihentikan sementara.

Untuk diketahui, kemarin ratusan warga melakukan akai unjuk rasa. Sebelumnya, ratusan warga ini melakukan aksi demonstrasi di Pendopo Pemkab Pandeglang sekira pukul 09.55 WIB. Mereka menuntut agar Bupati Irna Narulita bertindak tegas dan menutup kegiatan usaha yang dilakukan oleh PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ) di Kampung Gayam, Desa Cadasari, Kecamatan Cadasari, karena dinilai tidak memiliki dokumen Amdal (Analisis Dampak Lingkungan).

Warga semakin marah karena tuntutan yang mereka sampaikan lewat orasi selama hampir satu jam tidak mendapat tanggapan dari Pemkab Pandeglang. Sekira pukul 10.55 WIB ratusan massa kemudian meninggalkan Pendopo Pemkab Pandeglang dengan menggunakan sepeda motor dan mobil pikap menuju PT TFJ di Kampung Gayam, Kecamatan Cadasari.
Sesampainya di depan PT TFJ, ratusan massa diadang oleh puluhan aparat kepolisian dari Polres Pandeglang, Polsek Cadasari, dan keamanan PT TFJ. Pintu masuk menuju perusahaan juga ditutup rapat. Namun, karena jumlah massa sangat banyak, pintu masuk dapat dibongkar dengan cara menghancurkan menggunakan batu dan peralatan lain. Petugas yang menjaga pintu masuk tidak kuasa menahan amuk warga yang berhasil menerobos masuk ke dalam PT TFJ.
Aksi warga semakin menjadi-jadi ketika berada di dalam kawasan perusahaan. Ratusan massa merusak pos keamanan, merusak bangunan perusahaan, peralatan kantor PT Mayora, menghancurkan kaca-kaca dengan melempari menggunakan batu. Tak cukup sampai di situ, ratusan massa itu juga membakar satu alat berat milik PT Mayora dengan cara menyiramkan bensin dan dilempar dengan bom molotov. Selain itu, massa juga membakar genset miliK PT Mayora dengan cara melemparkan bom molotov. (Bayu)