Polisi Amankan Sekarung Selongsong Peluru dari Mobil Pikap

Ilustrasi

SERANG – Sekarung selongsong peluru diamankan polisi dari sebuah mobil pikap di dekat pintu Tol Serang Timur, Rabu (23/5) malam. Mobil tersebut terjaring saat operasi cipta kondisi (cipkon) pergerakan massa ke Jakarta.

Informasi yang diperoleh Radar Banten, mobil nopol 8212 AF itu dihentikan polisi saat melintas di depan gerbang Tol Serang Timur. Pengemudi mobil bernama Islahi (34) itu berhenti.

Polisi segera memeriksa muatan pikap. Saat pemeriksaan polisi menemukan sebuah karung berisi selongsong peluru dan timah bekas. Pengemudi mobil asal Kelurahan Masjid Priyai, Kecamatan Kasemen, Kota Serang itu mengakui memeroleh barang tersebut dari tempat rongsok di daerah Kelapa Dua, Kelurahan Kagungan, Kota Serang. “Ditemukan proyektil peluru tapi sudah tidak aktif. Beratnya sekira 20 kilogram,” kata Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Firman Affandi, Kamis (23/5).

Kata Firman, selongsong peluru seberat 20 kilogram itu rencananya akan dijual ke tempat peleburan di wilayah Kota Serang. Tetapi, polisi masih mengamankan selongsong peluru untuk pendalaman. “Yang bersangkutan mengaku telah menjalankan usaha tersebut selama satu bulan,” kata Firman.

Firman menepis dugaan selongsong peluru itu dengan adanya aksi demonstrasi di Jakarta. “Sudah tidak ada amunisinya. Tidak ada indikasi ke Jakarta. Akan kita dalami ke Mapolres periksa dulu hasilnya nanti kita konfirmasi lagi,” ucapnya.

Diakui Firman, operasi Cipkon tersebut digelar bukan hanya untuk memeriksa warga yang berangkat ke Jakarta. Operasi ini digelar agar masyarakat merasa aman selama menjalankan ibadah ramadan. “Sampai saat ini masih aman,” katanya.

Sementara, Islahi mengaku kali pertama memeroleh selongsong tersebut. Biasanya, Islahi hanya menampung besi tua dan timah. Selongsong peluru dibeli seorang warga Kelapa Dua, Kota Serang bernama Joni. Satu kilogram selongsong dihargai Rp9 ribu. “Dari lapak rongsok Kelapa dua Serang. Biasanya besi. Biasanya timah. Campur sama timah juga mau dilebur, semuanya 20 kilogram campur dengan timah,” tutur Islahi. (mg05/nda/ags)