Polisi Bekuk Pengedar Narkoba, Ganja dan Sabu Diamankan

CILEGON – Tiga orang pengedar narkoba jenis ganja dan sabu-sabu dibekuk tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Cilegon. Selain mengamankan para tersangka, petugas juga berhasil menyita sebanyak dua kilogram ganja kering dan 14 paket sabu.

Kasat Narkoba Polres Cilegon AKP Panji Firmansyah mengatakan, ketiga tersangka pengedar narkoba jenis ganja dan sabu-sabu tersebut berinisial FH (30), FR (23), dan AW (28). Saat dilakukan pemeriksaan, para tersangka merupakan jaringan yang berbeda.

“Untuk pelaku FH dan FR kita tangkap di Merak, barang bukti yang kita amankan dari keduanya kurang lebih dua kilogram ganja. Sementara untuk pelaku AR kita tangkap di wilayah Kalang Anyar, Kecamatan Cibeber, barang bukti yang kita sita sebanyak 14 paket sabu,” kata Panji, Jumat (9/11) siang.

Kasat mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan pengembangan terhadap FH dan FR. Pasalnya saat melakukan peredaran narkoba, kedua tersangka bekerja tidak sendiri dan melibatkan salah seorang rekannya yang berinisial AW yang merupakan warga Serang, Banten.

“AW saat ini ditetapkan sebagai buronan kepolisian. Dari pengembangan, tersangka AW ini yang menyimpan barang di sekitar Terminal Pakupatan, Kota Serang. Tim tengah memburu AW yang tempat persembunyiannya sudah diketahui,” tegasnya.

Panji menjelaskan, saat diperiksa oleh petugas, AR yang merupakan pelaku pengedar sabu ternyata kesehariannya seorang penjual bubur ayam di sekitar wilayah Pondok Cilegon Indah (PCI). “Tersangka biasa mangkal (jualan bubur ayam-red) di PCI,” tuturnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tiga pelaku pengedar barang haram tersebut dijerat Undang-undang Narkotika. “Dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara,” tegas Panji.

Sementara itu, AR mengaku terpaksa menjual barang haram tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Saya terpaksa menjual sabu-sabu karena butuh uang banyak dan mendesak. Kalau hasil jualan bubur enggak cukup, makanya jual sabu-sabu biar dapat uang banyak,” ucap pelaku. (Andre AP/RBG)