Polisi Berhasil Tangkap 40 Tersangka Selama Operasi Antik Kalimaya 2016

Narkoba
Barang bukti sabu-sabu dan ganja hasil Operasi Antik Kalimaya 2016 digelar Ditresnarkoba Polda Banten, kemarin (2/3/2016).(Foto: Radar Banten)

SERANG – Dua puluh tujuh kasus penyalahgunaan narkoba berhasil diungkap oleh kepolisian. Jumlah tersangkanya, 40 orang. Mereka telah ditangkap berikut sejumlah barang buktinya. Ini merupakan hasil Operasi Antinarkoba (Antik) Kalimaya 2016 selama 14 hari, yang berakhir pada 18 Februari 2016 lalu.

“Sudah memenuhi target, bahkan lebih. Ini sekaligus menunjukkan bahwa Banten bukan daerah yang tertutup buat peredaran narkoba. Tentu saja masih banyak yang belum berhasil ditembus (diungkap-red) karena (peredaran narkoba-red) sangat tertutup,” kata Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Asep Safrudin saat merilis hasil Operasi Antik Kalimaya 2016 di aula Mapolda Banten, Rabu (2/3/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Puluhan kasus penyalahgunaan narkoba itu diungkap oleh Polda Banten dan jajaran. Perinciannya, Polda Banten mengungkap tujuh kasus dengan sembilan tersangka, Barang buktinya, 29,35 gram sabu-sabu, 61,38 gram ganja, 0,56 gram ekstasi berbentuk serbuk, tiga buah alat isap sabu-sabu atau bong, dan tiga unit telepon seluler (ponsel).

Polres Serang mengungkap tujuh kasus dengan 11 tersangka berikut barang bukti 532,11 gram ganja. Polres Pandeglang mengungkap empat kasus dengan lima tersangka berikut barang bukti 5,46 gram sabu-sabu, 7,62 gram ganja, dan sebuah timbangan elektrik. Polres Cilegon mengungkap lima kasus dengan enam tersangka berikut barang bukti 1,2 gram sabu-sabu, 6,10 gram ganja, serta sebuah bong. Sementara, Polres Lebak mengungkap empat kasus dengan sembilan tersangka. Sabu-sabu 41,23 gram dan ganja 7,28 gram menjadi barang bukti.

“Ada satu unit airsoftgun diamankan dari tangan salah satu tersangka. Airsoftgun itu, katanya, untuk jaga-jaga dan membuat masyarakat sekitar ketakutan,” ungkap Asep.

Berdasarkan catatan kepolisian, mayoritas tersangka yang ditangkap itu merupakan residivis. Tersangka lainnya, pendatang baru dalam bisnis narkoba. “Kami tidak begitu saja percaya dengan pengakuan tersangka. Kami akan terus dalami,” jelas Asep.

Operasi polisi memerangi peredaran narkoba belum berhenti. Presiden Joko Widodo mengganggap, peredaran narkoba di Indonesia sudah darurat. Operasi Antik Kalimaya 2016 yang berakhir tanggal 18 Februari 2016 akan dilanjutkan dengan Operasi Sinar.

“Beberapa hari ke depan, kami tindak lanjuti lagi dengan operasi khusus sesuai enam perintah dari Mabes Polri. Sandi operasi, Sinar. Sasarannya penyalah guna dan sindikat narkoba,” tegas Asep.

Operasi kepolisian secara terpusat ini akan menyasar permukiman penduduk, kos-kosan, dan hotel. Lapas dan rutan juga tidak luput dari sasaran operasi.

“Lapas harus dilakukan pengecekan. Memang diduga beberapa kasus (peredaran narkoba-red) melibatkan penghuni lapas,” ungkap Asep.

Polda Banten sudah berkoordinasi dengan Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Banten untuk memotong jalur peredaran narkoba dari lapas dan rutan.

“Kami sudah koordinasi dengan Kemenkumham untuk memotong transportasi narkoba. Biasanya, mereka (penghuni lapas dan rutan-red) sebagai perantara karena barang (narkoba-red) berada di luar,” jelas Asep.

Jaringan pengedar narkoba tidak hanya melibatkan satu lapas di wilayah hukum Polda Banten. Polres Pandeglang pernah mengungkap jaringan narkoba antar lapas.

“Kami bukan berbicara Lapas Serang saja, Polres Pandeglang juga pernah ungkap jaringan penghuni lapas dengan lapas di Jakarta. Kami sudah koordinasi dengan Bareskrim,” pungkas Asep. (RB/nda/don/dwi)